Setelah anda melakukan perjalanan travel Jakarta semarang kini ada berita baik untuk semua pecinta dunia photography, Sekarang ini sudah dibuka Lumina Maerakaca. Tempat ini berlokasi di Jalan Puri Anjasmoro, Tawangsari, Kec. Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa tengah.

Lumina Maerakaca semarang nalatra.com

Sarana ini belum lama beroperasi, kalau tidak salah resmi dibuka untuk umum pada bulan agustus kemarin. Untuk bisa menikmati beragam pesona di Lumina Maerakaca, para pengunjung cukup membayar tiket masuk seharga Rp15.000 saja. Adapun Jam operasinya start pukul 07.00 sampai 18.00 WIB.

Jika dari pusat Kota Semarang, waktu tempuhnya lebih kurang 30 menit. Pengunjung bisa juga tiba memakai bis Trans Semarang, cukup dengan bayar Rp3.500. Bila dari halte Terminal Mangkang, naik Trans Semarang jalur Penggaron dan turun di halte Karang Ayu. Lantas, naik jalur PRPP dan turun di Grand Maerakaca.

Demikian sampai di pintu masuk Grand Maerakaca, pengunjung akan ditujukan ke arah café yang ada di atas jembatan sampai pintu keluar. Selanjutnya ke samping barat ke arah anjungan Kabupaten Brebes.

Awalnya, pengunjung akan disongsong dengan spot photo yang bagus sekali yakni tiang warna merah seperti kuil yang ada di Jepang. Selanjutnya, nampak bermacam bangunan yang berjejer di samping kanan. Bangunan ini adalah permukiman atau rumah tradisionil dari negara Jepang, Turki, Santorini (Yunani), Meksiko, sampai Arab.

Permukiman ini mempunyai beberapa warna yang paling memikat dan mengundang perhatian yakni warna oranye, coklat, biru, putih, merah, dan bermacam warna cantik yang lain. Pengunjung terasanya dibawa berkeliling-keliling ke luar negeri lewat spot photo rumah tradisionil ini.

Sama seperti dengan Kota Mini yang ada di Lembang, Bandung di mana berjejer bangunan unik dan lucu. Namun permukiman di Lumina ini tidak dibuat 3D hingga pengunjung cuman dapat berpose di muka bangunan saja.

Ini tentu saja tidak kurangi rasa minat pengunjung. Masalahnya kecuali dapat berpose di sarana Lumina ini, pengunjung bisa juga berkeliling-keliling di 35 anjungan atau bangunan bikinan yang sebagai wakil semua kota di Propinsi Jawa tengah. Anjungan ini juga dapat jadi spot photo.

Disamping itu, beberapa pengunjung dapat nikmati situasi kongkow di pinggir danau yang tidak jauh dari pintu masuk. Pohon-pohon yang teduh, danau yang luas, ditambahkan rimba mangrove yang cantik jadi daya magnet tertentu.

Jika berasa lapar dan haus, tidak perlu cemas, sebab ada café yang berada di sejauh jembatan. Kecuali tak perlu mengambil kantong begitu dalam, pengunjung dapat nikmati makanan sekalian menyaksikan panorama seputar.

Sarana yang lain dibuat oleh pengurus ialah tempat untuk melaksanakan ibadah. Disamping itu, jika berasa capek berkeliling-keliling, dapat istirahat lebih dulu di sejumlah lokasi yang sudah disiapkan.

Bila pengin berpose tiada berbaris, sebaiknya untuk tiba pada pagi hari. Sebab sarana masih sepi, hingga dapat berpose sepuasnya tiada menanti waktu lama.

Saat ada di Kota Semarang, tidak perlu ketidaktahuan untuk cari tujuan rekreasi. Lumina Maerakaca ini menjadi opsi untuk hilangkan kejenuhan dan berlibur dengan keluarga, saudara, rekan, atau kekasih.