Freelancer adalah istilah lain untuk pekerja keras, yang mana seseorang dengan profesi sebagai freelancer tidak harus untuk senantiasa mampir ke kantor untuk bekerja, mereka tidak memiliki komitmen yang terikat dengan para majikan atau employer-nya di dalam jangka panjang. Biasanya, Situs freelance hanya terikat dengan kontrak jangka pendek dengan suatu perusahaan atau badan organisasi.

Biasanya, posisi freelancer itu sendiri suka dipilih oleh mereka yang tidak suka bekerja penuh selagi di kantor atau perusahaan, terlebih pilihan ini bakal digandrungi oleh mereka yang pilih untuk tidak bekerja dari jam 9 pagi – 5 sore dan duduk di depan laptop sepanjang 8-9 jam di kantor.

Kurang lebih 3.3 juta masyarakat di Amerika berpikiran rumah atau apartemen sebagai daerah mereka untuk bekerja. Para responden yang masuk ke di dalam knowledge ini berpikiran bahwa pekerjaan bakal jauh lebih menggembirakan jikalau dilakukan di rumah, karena kami dapat mengerjakan tugas kerja dengan suasana yang santai.

Bagaimana dengan Freelancer di Indonesia?

Meskipun istilah “freelance” atau pekerja lepas sudah merasa benar-benar familiar di di dalam masyarakat Indonesia, namun kenyataannya populasi freelancer belum benar-benar tinggi. Sebagai contoh, ada satu akun twitter yang jadi naungan dari para freelancer di Indonesia.

Akan tetapi, kuantitas pengikut dari akun twitter ini hanya kurang lebih 1.400an Followers saja. Dibandingkan dengan akun-akun lowongan kerja yang lain, kuantitas pengikut di dalam akun sarana sosial mereka dapat mencapai 8.000an ke atas.

Jika di Indonesia populasi freelancer saja masih dikatakan sedikit, namun bagaimana jikalau ada perusahaan-perusahaan yang harus merekrut freelancer? Apa yang harus mereka melakukan sehingga dapat memperoleh kualitas freelancer yang terbaik?

Lalu, Bagaimana Cara Terbaik untuk Merekrut Freelancer di Indonesia?

Ya, barangkali pertanyaan di atas dapat jadi challenge atau tantangan tersendiri bagi para perekrut. Masalahnya, mereka berada di posisi tengah-tengah. Tidak benar-benar memerlukan karyawan penuh selagi dan di selagi yang mirip mereka termasuk memerlukan karyawan untuk isi sebagian posisi.

Jika mereka merekrut karyawan paruh waktu, pekerjaan yang ditawarkan dapat dilakukan di luar kantor. Permintaan freelancer termasuk dapat terjadi karena posisi-posisi yang ditawarkan sukar untuk diisi oleh pekerja lokal pada suatu daerah tertentu.

Misalnya, sebagian posisi yang terjalin dengan IT barangkali masih belum memiliki banyak ahli di kota-kota kecil di Indonesia, sehingga perusahaan harus merekrut para freelancer dari luar kota itu sendiri.

Sebagai contoh, para pekerja ahli IT barangkali bakal lebih banyak ditemukan di kota-kota besar layaknya Jakarta, Medan dan Surabaya. Namun, kala kami idamkan mengembangkan sebuah perusahaan teknologi di tidak benar satu kota kecil di Indonesia, kami dapat meminimalisir biaya perekrutan, akomodasi dan bayaran yang bakal diberikan kepada tenaga ahli dengan menempatkan lowongan freelancer.

Tujuannya adalah mengajak para ahli IT untuk bergabung mengembangkan perusahaan teknologi tersebut, namun tidak harus bekerja segera ke perusahaan tersebut. Cukup bekerja dari jauh saja, itu sudah cukup mengimbuhkan kontribusi yang baik.

Menurut web site entrepreneur, ada sebagian langkah perlu yang harus kami perhatikan kala kami merekrut freelancer di Indonesia.

1. Pastikan Kualitas dan Pengalaman Freelancer adalah yang Kita Cari.

Kita seluruh pasti sadar dong jikalau Indonesia adalah negara yang benar-benar luas dan terdiri dari banyaknya pulau-pulau. Jika kami idamkan merekrut freelancer yang domisilinya berada jauh dari kita, maka kami harus benar-benar memilihnya dengan benar-benar selektif.

Jangan sampai jarak geografis yang terpaut jauh bakal memicu pekerjaan mereka tidak selesai sesuai dengan yang kami harapkan. Layaknya ungkapan yang kerap kami dengar, “ada harga ada kualitas”, jadi pastikan bahwa harga yang kami tawarkan kepada freelancer termasuk sesuai dengan kualitas dan pengalaman yang mereka berikan.

2. Cek dengan Teliti Terkait Hasil Kerjanya di Masa Lalu.

Hal perlu ke dua yang harus kami melakukan adalah mengecek pencapaian atau hasil kerja yang dulu dilakukan oleh kandidat freelancer sebelumnya. Jangan biarkan kekeliruan terjadi di dalam hal ini. Tidak seluruh orang memiliki kejujuran dan integritas yang baik, jadi kami harus bersikap hati-hati dan selektif di dalam pilih freelancer.

Pastikan bahwa hasil-hasil kerja yang mereka masukkan ke di dalam resume atau portofolio adalah benar apa yang sudah mereka Mengerjakan sebelumnya. Semua hasil kerja berikut bukan dilakukan oleh orang lain atau hasil imitasi dari pihak-pihak lain.

Ini perlu untuk jadi bahan pertimbangan kami di dalam pilih freelancer dengan selektif. Mengapa? Karena layaknya yang kami ketahui bahwa freelancer tidak bakal bekerja di di dalam kantor, namun mereka bakal bekerja secara jarak jauh. Jadi, bakal sukar bagi kami untuk memeriksa pekerjaan secara segera atau memberi umpan balik pada apa yang kami inginkan.

3. Cek Keterampilan Komunikasi yang dimiliki Freelancer.

Apakah kandidat freelancer kami dapat berbahasa Indonesia dengan baik dan lancar? Atau jangan-jangan dia kesusahan untuk bicara bhs Indonesia yang baik dan benar.

harus kami ingatkan kembali bahwa Indonesia bukan hanya negara yang maju, namun negeri ini termasuk memiliki bhs daerah yang benar-benar beragam. Sedangkan, komunikasi adalah tidak benar satu keterampilan pokok yang harus dimiliki tiap tiap pekerja, tidak jikalau para freelancer. Jika kami mengalami kesusahan untuk berkomunikasi dengan mereka, bagaimana kami dapat memperoleh hasil pekerjaan yang memuaskan dari mereka?

Bukan bermakna freelancer dari daerah-daerah tidak dapat beradu dengan freelancer lainnya, namun pastikan bahwa bhs yang digunakan sama-sama dimengerti oleh perekrut dan freelancer.

4. Berikan Tugas Kecil sebagai Bahan Pertimbangan.

Tidak harus terburu-buru di dalam melacak freelancer, karena teman pembaca harus merekrut mereka dengan benar-benar waspada dan selektif. Jadi, untuk dapat memastikan diri kami bahwa “ Freelancer layaknya ini lah yang benar-benar saya cari!” maka kami merekomendasikan rekan-rekan Career Advice untuk mengimbuhkan satu atau dua tugas kecil sebagai tes awal dan ini dapat jadi bahan pertimbangan kami ke depannya nanti. Apakah kami bakal pilih kandidat ini, atau melacak kandidat freelancer lainnya?

Misalnya, cobalah memberikan tugas untuk memicu desain logo, jingle produk, poster produk dan lain sebagainya. Ketika hasilnya sebenarnya benar-benar memuaskan dan mereka dapat bekerja sesuai dengan selagi yang kami berikan, maka kami dapat beralih ke langkah selanjutnya.

 

5. Ketika Sudah Memilih Freelancer, Pastikan Kita Memiliki Identitas Mereka dengan Lengkap.

Masalah lazim yang kerap dilakukan oleh freelancer adalah sukar untuk dihubungi. Memang sih, tidak seluruh freelancer melakukan hal layaknya ini, namun jikalau kami menemukan kasus yang sama, tentu saja kami bakal benar-benar jengkel bukan? Pastikan bahwa kami memiliki identitas mereka dengan lengkap, minimalnya kami memiliki nomor ktp mereka.

Ini memiliki tujuan sehingga kami terhindar dari orang-orang yang kurang bertanggung jawab di dalam merampungkan pekerjaan dan proyek yang mereka memiliki sampai tuntas. Pastinya kami tidak idamkan jikalau bayaran sudah diberikan di awal, namun proyek yang kami memberikan masih belum selesai dan freelancer layaknya hilang kontak untuk dihubungi.

Jadi, jangan lupa untuk pertimbangkan sebagian hal perlu di atas sebelum akan kami merekrut freelancer paling baik di Indonesia.