Pada kali ini kita akan membahas cara memasak tengkleng. Yup, makanan khas solo ini yang mempunai rasa yang sangat menggiurkan di lidah.

 

Sejarah Tengkleng

Cara Memasak Tengkleng Jika jalan-jalan ke Solo, jangan lupa mencoba makanan khas daerah Solo bernama Tengkleng. Ini adalah sajian gulai kambing yang banyak dicari setiap hari dan sangat disukai bahkan oleh orang Solo sendiri, seakan tengkleng tak pernah membuat penggemarnya bosan.

Namun apa yang membedakan tengkleng dengan gula kambing lainnya dan mengapa ini jadi ciri khas daerah Solo? Seperti apa sejarah makanan Tengkleng sebenarnya? Yuk cari tahu.

Sajian tengkleng muncul karena dulu para tetua, para bangsawan dan orang-orang Belanda saja yang bisa menikmati gulai daging kambing, sedangkan para pekerja dan tukang masak hanya kebagian kepala, kaki, tulang, dan jerohan saja.

Meski begitu para tukang masak ini tak kehilangan akal dan mengolahnya menjadi makanan yang sedap dengan banyak bumbu, seperti dilansir dari Good News from Indonesia. Justru ciri khas utama Tengkleng adalah pada bahan dasarnya.

Bahan utama tengkleng adalah tetelan atau tulang belulang kambing beserta bagian-bagian tubuh kambing yang tak diinginkan bangsawan pada masa itu, seperti kulit, jerohan (usus, hati dan lainnya), kaki bahkan kepala kambing.

Kuah gulai yang tidak begitu kental dengan kaldu tulang memberikan citarasa lebih nikmat jika dibandingkan gulai daging kambing biasa. Dan karena tidak menggunakan santan, kuah tengkleng juga lebih bening.

Diprediksi tengkleng sudah mulai ada dan jadi makanan khas di Solo sejak abad ke-19 dan berkembang hingga kini dan menjadi makanan yang bisa dinikmati siapa saja.

Baca Juga : Model Dan Spesifikasi Mesin Peras Santan Kelapa

 

Cara Memasak Tengkleng

Cara Memasak Tengkleng

Bahan – Bahan :

  • 500 g daging dan tulang iga kambing
  • 1.5 liter air
  • 2 lembar daun salam
  • 3 sdm minyak sayur
  • 2 lembar daun jeruk
  • 10 buah cabe rawit merah
  • 2 cm lengkuas, memarkan
  • 3 cm kayu manis
  • 5 butir cengkih

Bumbu halus :

  • 4 butir kemiri
  • 1 sdt ketumbar
  • 1/2 sdt jinten
  • 5 butir bawang merah
  • 3 siung bawang puti
  • 2 cm jahe
  • 3 cm jahe
  • 1 sdt gula pasir
  • 2 sdt garam

Cara Membuat :

  1. Cuci bersih daging kambing lalu tiriskan.
  2. Didihkan air, masukkan daging kambing dan masak hingga kotoran dan busa mengambang di permukaannya. Angkat busa yang kotor.
  3. Kemudian masukkan serai, daun salam, lengkuas dan daun jeruk.
  4. Bumbu halus: Giling semua bahan hingga benar-benar halus.
  5. Lalu panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga matang dan wangi.
  6. Kemudian angkat, masukkan ke dalam rebusan daging kambing.
  7. Masak dengan api kecil hingga daging benar-benar empuk dan bumbu meresap.
  8. Sebelum diangkat, masukkan cabe rawit merah. Masak hingga layu. Matikan api.
  9. Sajikan hangat dengan taburan bawang merah goreng

Tips Cara Memasak tengkleng untuk dagingnya :

  1. Untuk mengurangi aroma tajam kambing, cuci dan bilas beberapa kali hingga benar-benar besih.
  2. Tuangkan air jeruk nipis dan remas-remas lalu diamkan sebentar.
  3. Jika memakai jeroan daging sebaiknya rebus terpisah. Setelah empuk, tiriskan dan masukkan ke dalam rebusan tulang lalu masak bersama bumbunya.
  4. Tengkleng kambing harus disajikan dan dinikmati selagi panas agar rasanya gurih enak.

Manfaat Daging Untuk Kesehatan

Didalam bahan bahan tengkleng ada daaging kambing. Yuk, kita cari tahu lebih lanjut apsih manfaat kambing bagi kesehatan? Simak di bawah ini ya!

1. Mencegah anemia

Daging kambing diklaim dapat mencegah gejala anemia defisiensi besi dan anemia megaloblastik. Sebab, kandungan gizi daging kambing kaya akan vitamin B12, folat dan zat besi.

Kedua nutrisi ini mampu membantu tubuh memproduksi cukup sel darah merah.Sel darah merah akan mengangkut oksigen serta beragam nutrisi penting dan mengedarkannya ke seluruh organ tubuh agar tetap berfungsi optimal.

2. Menjaga kesehatan tulang

Manfaat daging kambing yang satu ini berasal dari beragam mineral yang terkandung, yakni kalsium, kalium, dan fosfor.Berdasarkan penelitian yang diterbitkan pada Nutrition Journal, fosfor dan kalsium adalah mineral yang membantu menjaga kepadatan tulang agar tetap kuat.

Mineral ini juga membantu menyusun pembentukan tulang.Sementara, dikutip dari jurnal Osteoporosis International, daging kambing kaya akan kalium yang juga bermanfaat untuk tulang.

Sebab, kalium membantu menetralkan kadar asam pada tubuh sehingga mengurangi risiko berkurangnya kadar kalsium dalam tulang. Jadi, kepadatan tulang dapat tetap terjaga.

Baca Juga : Mesin Peras Santan Kelapa

3. Meningkatkan massa otot

Daging hewan, termasuk daging kambing, adalah sumber protein lengkap yang mengandung delapan jenis asam amino.Menurut riset terbitan Journal of the International Society of Sports Nutrition, protein dan asam amino mampu meningkatkan massa otot tubuh.

Studi dari Nutrients memaparkan bahwa manfaat daging kambing dan daging hewan secara umum memiliki kemampuan yang lebih baik untuk meningkatkan pembentukan protein menjadi otot daripada protein nabati.

4. Menjaga kesehatan jantung

Siapa sangka, manfaat daging kambing ternyata membantu menjaga jantung agar tetap sehat?Ternyata, kandungan kalium pada daging kambing yang cukup tinggi membantu mempermudah kinerja jantung saat memompa darah. Jadi, ritme detak jantung pun tetap normal.

Selain itu, kalium membantu menstabilkan tekanan darah karena membantu membuang kadar natrium berlebih pada tubuh melalui urine. Natrium atau mineral pada garam merupakan salah satu pemicu hipertensi.

Selain itu, kandungan gizi daging kambing terbukti rendah kolesterol. Kolesterol pada daging kambing dalam 100 gram adalah 57 mg. Semetara, daging ayam sebesar 73 mg dan sapi sebesar 99 mg.Kolesterol rendah akan mengurangi risiko penyumbatan pada pembuluh darah yang mengakibatkan beragam penyakit jantung.

Namun, sebaiknya Anda tidak memasak dengan garam berlebih agar mendapatkan manfaatnya dengan maksimal.

5 Mengurangi risiko kanker

asiat daging kambing yang satu ini berasal dari kandungan selenium. Per 100 gram daging kambing mampu memenuhi sekitar 36,6% kebutuhan selenium harian kita. Dikutip dari jurnal Cochrane, selenium berfungsi sebagai antioksidan dalam mencegah kanker.

Antioksidan berfungsi untuk melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas penyebab kanker. Namun, sama seperti di atas. Perlu ditekankan lagi bahwa fungsi pencegahan risiko kanker hanya spesifik ditemukan pada kandungan mineralnya, bukan daging kambingnya. 

Terlebih proses memasak dapat mengurangi kadar antioksidan pada daging. Teknik memasak dengan pembakaran, seperti pada barbekyu dan sate, juga sejak lama dilaporkan justru dapat meningkatkan risiko kanker. Menurut penelitian terbitan Journal of the National Cancer Institute, daging yang dibakar akan menghasilkan kandungan karsinogenik (pemicu kanker) yang bernama polycyclic aromatic hydrocarbon.