Merek merupakan salah satu aset paling penting dalam dunia bisnis. Merek menolong perusahaan membedakan product atau fasilitas mereka berasal dari pesaing. Merek yang kuat memberikan identitas yang mengetahui kepada perusahaan dan membuatnya enteng dikenali oleh konsumen.

Merek yang kuat bisa menaikkan nilai perusahaan secara keseluruhan. Merek yang miliki reputasi baik dan kesetiaan kastemer yang tinggi bisa jadi aset yang miliki nilai dan menaikkan daya tarik perusahaan bagi investor atau kastemer potensial.

Beberapa perusahaan di dunia miliki portofolio merek yang terdiri berasal dari sebagian merek yang tidak serupa (multi brand). Ini bisa berlangsung gara-gara bermacam alasan, juga diversifikasi portofolio produk, penargetan pasar yang berbeda, atau akuisisi merek yang telah mapan.

 

Portofolio merek ini bisa terdiri berasal dari merek yang tidak serupa untuk product atau fasilitas yang berbeda, atau merek yang ditujukan untuk pasar yang berbeda, atau bahkan merek yang menyasar segmen kastemer yang berbeda.

 

Setiap merek juga miliki logo yang berbeda. Berikut misal perusahaan yang menerapkan siasat multi-brand diantaranya;

Procter & Gamble (P&G), miliki portofolio merek yang terlampau besar, juga merek-merek seperti Gillette, Pampers, Tide, Pantene, Olay, dan banyak lagi. Setiap merek ini tawarkan bermacam product di bermacam kategori, mulai berasal dari perawatan teristimewa hingga perawatan rumah tangga.

Unilever, juga merupakan perusahaan bersama dengan portofolio merek yang luas. Mereka miliki merek-merek populer seperti Dove, Lipton, Knorr, Sunsilk, dan banyak lagi, yang termasuk bermacam kategori produk, juga makanan dan minuman, perawatan pribadi, dan perawatan rumah tangga.

Memiliki banyak merek bisa memberikan perusahaan sebagian keuntungan berikut;

Memperluas jangkauan Pasar: Setiap merek bisa ditujukan untuk segmen pasar yang tidak serupa atau miliki preferensi kastemer yang berbeda. Dengan miliki multi-brand, perusahaan bisa memenuhi keperluan dan permintaan berasal dari bermacam segmen pasar, amat mungkin mereka untuk menggapai pangsa pasar yang lebih besar secara keseluruhan.

Pendapatan yang Lebih Tinggi: Mereka bisa menarik kastemer berasal dari bermacam susunan masyarakat bersama dengan merek yang berbeda. Dengan demikian, perusahaan bisa menaikkan pendapatannya gara-gara miliki lebih banyak product yang memenuhi bermacam keperluan dan preferensi konsumen.

Kesempatan untuk Menyesuaikan bersama dengan Tren Pasar: Dengan miliki multi-brand, perusahaan miliki fleksibilitas untuk menyesuaikan portofolio mereka bersama dengan perubahan tren pasar atau permintaan konsumen.

Hubungi penyedia jasa sesuai kebutuhanmu disini: Pengurusan PT

 

Mereka bisa memperkenalkan merek baru atau menyesuaikan siasat pemasaran untuk manfaatkan kesempatan baru yang muncul.
Lalu bagaimana ketetapan tentang kepemilikan hak merek pada perusahaan bersama dengan multi merek menurut hukum di Indonesia?

Pada dasarnya tiap-tiap perusahaan bisa menerapkan siasat multi merek asalkan senantiasa mematuhi ketetapan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis.

Perlu diingat bagi perusahaan yang miliki banyak merek senantiasa mesti mendaftarkan merek-mereknya. Hal ini untuk menahan sengketa merek dikemudian hari. Pendaftaran merek dikerjakan melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM yang dikerjakan baik secara online maupun ofline.

 

Pemohon mengajukan permintaan pendaftaran merek bersama dengan isi data-data berikut;

Tanggal, bulan, dan th. permohonan;
Nama lengkap, kewarganegaraan, dan alamat pemohon;
Nama lengkap dan alamat kuasa jikalau permintaan diajukan melalui kuasa;
Nama negara dan tanggal permintaan merek yang pertama kali dalam hal permintaan diajukan bersama dengan Hak Prioritas;
Label merek;
Warna jikalau merek yang dimohonkan pendaftarannya manfaatkan unsur warna; dan
Kelas barang dan/atau kelas jasa serta deskripsi model barang dan/atau model jasa.