Berbagai merek dan iklan sabun anti kuman atau sabun antiseptik kini semakin banyak bermunculan dalam berbagai media. Dalam iklan tersebut kerap disebutkan bahwa sabun antiseptik dapat membunuh seluruh kuman dan mencegah munculnya penyakit secara efektif.
Meski demikian, Anda harus tetap memperhatikan kembali kandungan dan bahan-bahan yang ada di dalamnya. Hal ini dikarenakan penggunaan sabun antiseptik yang dinilai sangat efektif untuk kesehatan ternyata juga membawa beberapa efek samping.
Mengapa Penggunaan Sabun Antiseptik Justru Dinilai Tidak Efektif?
Adanya label anti bakteri atau anti kuman sejauh ini dipercaya mampu membuat konsumen yakin 100% bahwa produk tersebut memang benar-benar efektif untuk menghilangkan dan mencegah munculnya kuman. Meski sebenernya penggunaan sabun biasa dan air hangat juga telah efektif membunuh kuman.
Pemakaian sabun antiseptik yang terlalu sering dinilai hampir sama dengan konsumsi antibiotik yang sebenarnya tidak banyak dibutuhkan. Dalam hal ini, kandungan triclosan didalamnya hanya akan membunuh beberapa jenis bakteri.
Dengan begitu, tidak menutup kemungkinan masih terdapat beberapa jenis bakteri yang akan berkembang biak dalam tubuh. Sementara itu, sebagian bakteri juga tidak bisa berkembang menjadi kuman sehingga keberadannya tidak perlu untuk dihilangkan.
Apa Efek Samping Pemakaian Sabun Antiseptik?
Adapun beberapa poin di bawah ini merupakan contoh efek samping yang bisa muncul karena penggunaan sabun antiseptic yang terlalu sering:
- Meningkatkan Resiko Seseorang Terkena Asma dan Alergi
Beberapa penelitian menyatakan bahwa anak-anak yang banyak terpapar kuman nantinya jauh lebih aman dan tidak beresiko terkena alergi saat dewasa. Hal ini justru berbanding terbalik dengan anak-anak yang dibesarkan dalam lingkungan yang terlalu bersih atau over higienis.
- Mengakibatkan Gangguan Endoktrin
Beberapa kandungan zat anti bakteri yang terdapat di dalam sabun seperti salah satunya yakni triclosan dinilai dapat mengubah kadar hormon reproduksi dan hormon tiroid.
- Menyebabkan Kulit Kering
Sabun anti bakteri pada umumnya tidak memiliki kandungan moisturizer yang banyak sehingga tidak heran jika kulit Anda akan sedikit kering ketika menggunakan sabun ini.
Berdasarkan beberapa efek samping yang diakibatkan oleh penggunaan sabun anti bakteri di atas, Anda harus bisa membatasi penggunaannya dalam aktivitas sehari-hari dengan memakai sabun anti kuman dalam jumlah yang wajar.
