pemilik platform video populer di kalangan muda TikTok, tampaknya memiliki ambisi untuk jadi pemimpin global didalam industri teknologi. Reuters melaporkan, Zhang Yiming, CEO perusahaan, sedang bersiap untuk menyaingi Google dan Facebook di pasar global. Dalam sebuah surat kepada seluruh karyawan perusahaan, kepala eksekutif tunjukkan mereka akan fokus pada ekspansi global sekarang.

Meskipun ByteDance selagi ini sedang diselidiki oleh AS atas tuduhan pertalian bersama pemerintah China, Zhang optimis di tiktok agency jakarta. Dia menyebutkan kepada Reuters tersedia banyak kesalahpahaman didalam keadaan selagi ini. Meskipun perusahaan berupaya bersihkan nama mereka, untuk selagi ini TikTok dilarang digunakan oleh karyawan dari beberapa entitas pemerintah Amerika.

Namun, sarana sosial sharing video ini jadi terlalu berpengaruh di pasar Amerika, terutama di kalangan muda. Nilai saham platform dilaporkan mendekati $100 miliar di pasar sekunder, di mana investor menukar saham pada mereka sendiri dan bukan bersama entitas yang menerbitkan. Sejak 2013, Zhang memiliki rancangan untuk menaklukkan pasar global, kendati pada mulanya perusahaan tidak memiliki fasilitas keuangan untuk melakukannya.

Di sisi lain, aplikasi ByteDance bukannya tanpa kasus sebelum akan konfrontasi 2020 bersama beberapa pejabat AS. Pada tahun 2018, pemerintah Cina menutup tidak benar satu aplikasi paling atas perusahaan, sebab mempunyai kandungan konten “vulgar”.

Namun, ini tidak membunuh rancangan ambisius Zhang Yiming. Dia sudah meminjam kiat dari raksasa teknologi Amerika Google didalam mengelola kantor-kantor Beijing untuk selagi yang lama. Fasilitas dihiasi bersama poster dan CEO menyampaikan pidato setiap dua bulan, didalam dorongan budaya kerja terbuka Google. Selain itu, ia juga berharap staf untuk tidak memanggilnya “CEO” atau “bos”, yang memadai drastis di tengah-tengah budaya tradisional Tiongkok.

Beberapa aplikasi lain dari perusahaan, pada tingkat tertentu, sudah mengglobal. Misalnya Halo adalah aplikasi sarana sosial India, dan Lark, aplikasi produktivitas untuk daerah kerja, ditargetkan ke AS, Eropa, dan Jepang. Sayangnya untuk ByteDance, sebab keresahan AS bersama kebijakan privasi perusahaan, aplikasi Lark kudu diorientasikan untuk fokus pada pasar di Jepang, Singapura dan India. Meskipun rancangan CEO tampaknya memadai giat, ia tunjukkan selagi ini ByteDance tidak memiliki kiat yang dekat didalam peluncuran pasar saham.