Kesehatan mental adalah salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia, termasuk dalam lingkungan kerja virtual office Jakarta. Menurut WHO, kesehatan mental adalah keadaan kesejahteraan di mana seseorang dapat mengembangkan potensi, mengatasi stres, bekerja secara produktif, dan berkontribusi pada masyarakat. Kesehatan mental yang baik dapat meningkatkan kualitas hidup, kinerja, dan kreativitas karyawan.

Namun, kesehatan mental sering kali diabaikan atau dianggap tabu oleh banyak orang, termasuk di tempat kerja. Padahal, menurut data dari Kementerian Kesehatan RI tahun 2018, sekitar 9 juta orang Indonesia mengalami gangguan jiwa berat dan ringan. Selain itu, pandemi COVID-19 juga berdampak negatif pada kesehatan mental banyak orang, terutama karena perubahan pola kerja, isolasi sosial, ketidakpastian ekonomi, dan ancaman kesehatan.

Untuk itu, perlu adanya kesadaran dan dukungan dari perusahaan untuk memperhatikan dan memperjuangkan kesejahteraan mental karyawan. Berikut ini adalah tujuh contoh nyata perusahaan yang telah melakukan hal tersebut:

Unilever
Unilever adalah perusahaan multinasional yang bergerak di bidang barang konsumen, seperti makanan, minuman, produk kebersihan, dan perawatan diri. Unilever memiliki visi untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi semua orang dengan cara memenuhi kebutuhan sehari-hari, meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan, serta mengurangi dampak lingkungan.

Salah satu cara Unilever untuk mewujudkan visinya adalah dengan mengerahkan seluruh brandnya untuk membuat perubahan di masyarakat. Unilever yakin bahwa akses terhadap kesehatan yang layak adalah hak mendasar bagi semua orang dan bukan hak istimewa. Masyarakat secara kolektif bisa membantu memperbaiki masalah ini karena tidak ada satupun orang yang seharusnya terabaikan.

Unilever bertekad mengambil tindakan melalui jangkauan perusahaan, brand dan programnya untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan serta memajukan ekuitas dan inklusi, dengan menjangkau 1 miliar orang per tahun pada tahun 2030. Unilever akan berfokus pada kesetaraan gender, ras, dan etnis, kepercayaan diri dan harga diri, kesejahteraan mental, kebersihan tangan, sanitasi, kesehatan gigi dan mulut, serta kesehatan dan pemulihan kulit.

Salah satu contoh program Unilever yang berkaitan dengan kesejahteraan mental adalah Gerakan Dove Self-Esteem. Program ini telah berjalan selama lebih dari 10 tahun untuk menyuarakan kepada remaja di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, untuk menghargai diri sendiri. Dove percaya kecantikan dapat terlihat dalam berbagai bentuk, ukuran, dan usia. Dove yakin masih banyak remaja yang harus dirangkul agar mereka bisa lebih percaya diri dalam mengoptimalkan potensi dirinya.

Kini bersama UNICEF, Dove siap mengedukasi lebih banyak anak muda untuk meningkatkan keyakinan dan kepercayaan diri mereka dengan program pembelajaran online menyeluruh yang atraktif, interaktif dan menyenangkan. Dove Self-Esteem Project menargetkan pencapaian dukungan kepada 250 juta remaja di berbagai belahan dunia di tahun 20301.

Lazada
Lazada adalah perusahaan e-commerce terbesar di Asia Tenggara yang menyediakan berbagai produk dan layanan online. Lazada memiliki misi untuk mempercepat kemajuan melalui perdagangan dan teknologi. Lazada juga berkomitmen untuk memberikan pengalaman belanja online terbaik bagi pelanggan dan mitra penjualnya.

Sebagai salah satu perusahaan teknologi terdepan di Asia Tenggara, Lazada menyadari pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental setiap karyawan. Namun, terjadinya pandemi COVID-19 mendorong perusahaan untuk terus mengembangkan berbagai program kesejahteraan karyawan.

Salah satu program yang dilakukan Lazada adalah bermitra dengan Good Doctor, penyedia layanan kesehatan terpadu berbasis teknologi, untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan mental karyawan. Kemitraan ini dengan cara mengembangkan akses ke sumber daya kesehatan yang terpercaya untuk karyawan.

Lazada berharap bisa meningkatkan status kesehatan keseluruhan perusahaan, yang pada akhirnya bisa mendorong semangat pengembangan diri dan produktivitas karyawan.

East Ventures
East Ventures adalah perusahaan modal ventura yang berfokus pada investasi awal di Asia Tenggara, terutama di Indonesia. East Ventures telah mendukung lebih dari 200 perusahaan rintisan di berbagai sektor, seperti e-commerce, fintech, edutech, healthtech, dan lain-lain. East Ventures memiliki visi untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat melalui inovasi dan kolaborasi.

Sebagai perusahaan yang percaya pada visi jangka panjang untuk kesejahteraan karyawan dan kesehatan mental, East Ventures telah berinvestasi di beberapa perusahaan yang memfasilitasi akses ke kesehatan dan kesejahteraan mental, termasuk Intellect, Mindtera, Riliv, dan Bicarakan.id, sejak tahun lalu.

Intellect adalah platform aplikasi mobile yang membantu pengguna meningkatkan kesehatan mental mereka melalui program-program terapi yang dirancang oleh psikolog profesional. Mindtera adalah platform online yang menghubungkan pengguna dengan psikolog profesional secara aman dan nyaman. Riliv adalah aplikasi meditasi dan konseling online yang menawarkan layanan meditasi gratis dan sesi konseling dengan harga terjangkau. Bicarakan.id adalah platform online yang menyediakan layanan psikoterapi profesional secara anonim dan rahasia.

Dengan berinvestasi di perusahaan-perusahaan tersebut, East Ventures berharap dapat membantu masyarakat mengatasi masalah kesehatan mental mereka dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Garmet Merah
Garmet Merah adalah perusahaan garmen yang memproduksi pakaian berkualitas tinggi dengan harga terjangkau. Garmet Merah memiliki misi untuk memberdayakan pekerja garmen di Indonesia dengan cara memberikan upah yang layak, lingkungan kerja yang aman dan sehat, serta pelatihan dan pengembangan karir.

Salah satu cara Garmet Merah untuk memperjuangkan kesejahteraan mental pekerja garmen adalah dengan membentuk serikat pekerja. Serikat pekerja adalah organisasi yang dibentuk dari, oleh, dan untuk pekerja baik di perusahaan maupun di luar perusahaan, yang bersifat bebas, terbuka, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab guna memperjuangkan, membela serta melindungi hak dan kepentingan pekerja serta meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya.

Dengan adanya serikat pekerja, pekerja garmen dapat menyampaikan aspirasi, tuntutan, keluhan, atau saran mereka kepada manajemen perusahaan secara kolektif dan terorganisir. Serikat pekerja juga dapat melakukan negosiasi kolektif dengan manajemen perusahaan untuk menentukan syarat-syarat kerja yang adil dan menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Selain itu, serikat pekerja juga dapat memberikan dukungan moral, sosial, psikologis, hukum, atau finansial kepada anggotanya yang mengalami masalah atau kesulitan dalam pekerjaan atau kehidupan pribadi mereka.