Hampir semua fenomena alam sebenarnya bisa dijelaskan secara sains. Hanya saja, banyak orang yang mengaitnya dengan peristiwa lain yang sebenarnya sama sekali tidak ada hubungannya. Seperti arti hujan panas yang sering dikaitkan dengan mitos meninggalnya seseorang.

Secara ilmiah hujan pada saat kondisi cuaca panas ini disebut sebagai hujan zenithal. Udara yang panas membuat air menguap dan naik ke langit. Kemudian terkena hembusan udara yang kencang. Sehingga mengembun menjadi hujan yang turun di saat kondisi sedang panas.
Apa saja fakta-fakta terkait dengan hujan panas ini?
- Hanya Terjadi di Wilayah dengan Iklim Tropis
Tidak semua tempat di muka bumi ini mengalami hujan panas. Hanya daerah-daerah yang dilewati garis khatulistiwa saja yang bisa mengalami fenomena ini. Sinar matahari yang sangat terik pada garis ini membuat udara menjadi panas.
Cuaca panas inilah yang membuat air dari berbagai macam sumber air di permukaan bumi lebih cepat mengalami penguapan, dan memungkinkan terjadinya hujan panas.
- Udara Panas Membuat Angin Berhembus Kencang
Hembusan angin yang kencang sering kali bisa dirasakan di dekat daerah dengan permukaan yang luas. Seperti laut, dan dataran rendah yang tidak ada gunungnya.
Kondisi semacam ini terjadi karena adanya pengembangan udara akibat pengembangan udara yang terkena suhu tinggi. Pengembangan udara tersebut akhirnya membentuk aliran udara yang berhembus kencang.
Angin inilah yang juga akan membuat uap air yang naik, terdorong, dan terjadi pengembunan menjadi air lebih cepat. Sehingga terjadi adanya hujan pada saat kondisi cuaca sedang panas-panasnya.
- Hujan di Awan yang Tinggi
Terdapat berbagai macam lapisan awan, dari mulai yang rendah hingga tinggi. Pada awan yang terletak di lapisan paling tinggi juga bisa menimbulkan hujan.
Hanya saja, terkadang awan yang tinggi ini sangat tipis dan tidak terlihat oleh mata. Saat awan berubah menjadi hujan, sama sekali tidak terlihat adanya gumpalan awan. Sehingga saat air sampai di permukaan tanah, banyak orang merasakan kondisi cuaca sedang panas, dan terjadilah hujan panas tersebut.
- Kelembaban Udara sangat Tinggi
Saat kondisi cuaca yang panas, terjadi penguapan air dari berbagai sumber air. Penguapan tersebut akan memenuhi udara yang ada di sekitar kita. Membuat udara mengalami kelembaban yang sangat tinggi.
Kelembaban udara ini juga yang akan membuat tubuh merasakan hawa yang gerah. Seakan-akan kondisi sangat pengap. Kondisi yang pengap ini membuat keringat di dalam tubuh tidak lagi bisa keluar, karena adanya uap air yang penuh di udara.
- Hujan Panas Sangat Menyegarkan
Adanya hujan panas ini menjadi berkah bagi manusia. Karena pada peristiwa ini seakan-akan rasa gerah yang dirasakan tiba-tiba hilang begitu saja.
Hujan yang turun di tengah kondisi panas secara otomatis akan menurunkan suhu udara panas yang terjadi. Kelembaban udara juga akan semakin berkurang, karena pada saat hujan ini uap yang ada di udara juga akan ikut mengembun. Rasa pengap dan gerah yang dirasakan sebelumnya akan tiba-tiba hilang.
Udara juga akan berubah menjadi sejuk. Udara akan dingin dan angin berhembus membuat udara semakin segar.
Itulah berbagai fakta yang ada dibalik adanya hujan panas. Fenomena ini bukanlah sebuah peristiwa yang buruk seperti mitos yang ada selama ini. Sebaliknya, adanya hujan panas malah akan membuat udara semakin sejuk, dan merupakan fenomena alam yang wajar terjadi di negara dengan iklim tropis seperti Indonesia.
