Komunikasi Tulis dalam Keseharian
Semua orang berkomunikasi tiap hari. Saat ini, komunikasi verbal dan tulis merupakan model yang banyak orang pakai. Komunikasi tulis dapat kita sampaikan melalui berita, surat, cerita, atau bentuk lain yang relevan. Biasanya tertuang didalam bentuk paragraf, di mana tiap paragraf akan mempunyai gagasan utama.
Gagasan utama adalah salah satu sub bahasan didalam pelajaran Bahasa Indonesia yang sangat memungkin kita untuk lebih mudah mengambil analisis didalam sebuah tulisan. Agar lebih mudah mengerti dan menemukan gagasan utama, kali ini kami akan memaparkan beberapa hal penting mengenai bahasan ini. Simak baik-baik, ya!
Definisi Gagasan Utama

Gagasan utama atau ide utama adalah pikiran utama didalam paragraf. Kalimat lain didalam paragraf disebut gagasan pendukung. Gagasan utama terdapat dalam kalimat utama. Sedangkan ide pendukung ada di kata-kata penjelas. Hal penting yang mesti kamu cermati saat membuat gagasan utama adalah fokus. Cara ini bakal mempermudah pembaca mengidentifikasi maksudnya.
Ciri-ciri Gagasan Utama
Gagasan atau ide utama mempunyai ciri tertentu. Memahami cirinya akan membantumu menemukannya lebih cepat. Beberapa ciri-cirinya antara lain:
- Membahas topik yang penulis bicarakan.
- Bisa terurai ke kata-kata penjelas.
- Dapat berdiri sendiri sebagai kata-kata dan senantiasa mempunyai arti.
- Jika berbentuk paragraf induktif, ciri gagasan utama adalah diawali dengan frasa “sebagai kesimpulan”, “oleh karena itu”, “yang terpenting”, dan “jadi”.
Macam-macam Gagasan Utama
Gagasan utama dan ide pendukung saling melengkapi didalam paragraf. Keduanya sama-sama mengembangkan pemikiran.
Berdasarkan letaknya, gagasan utama terbagi menjadi lima jenis, yang terdiri dari:
1. Gagasan Utama Deduktif
Gagasan atau ide utama deduktif terletak di awal paragraf, yang kebanyakan berbentuk kata-kata umum yang kemudian diikuti kata-kata penjelas. Kalimat-kalimat penjelas bertugas memberi keterangan lebih lanjut mengenai garis besar yang ada didalam ide utama.
2. Gagasan Utama Induktif
Jenis selanjutnya adalah induktif. Gagasan utama induktif adalah kebalikan deduktif, yaitu terletak di akhir kalimat. Gagasan utama induktif sering penulis manfaatkan untuk menarik pembaca supaya senang membaca sampai habis. Jenis ini kebanyakan tertera dengan frasa “sebagai kesimpulan”, “oleh karena itu”, “yang terpenting”, dan “jadi”.
3. Campuran
Gagasan utama campuran memadukan gagasan utama deduktif dan induktif. Di sini, ide utama penulis paparkan dua kali, yaitu di awal dan akhir kalimat dengan tujuan mempertegas maksud paragraf.
4. Interatif
Gagasan utama interaktif terletak di tengah paragraf. Di awal dan akhirnya, penulis menyimpan kata-kata penjelas untuk membangun informasi.
5. Menyebar
Jika kamu kesulitan mencari gagasan utama, dapat jadi kamu membaca paragraf dengan gagasan utama menyebar. Pengertian “menyebar” adalah adanya arti tersirat di tiap kalimat. Untuk mengidentifikasi maksud paragraf, seseorang mesti membacanya secara seksama beberapa kali. Biasanya, jenis ini banyak digunakan di cerpen, novel, dan karya sastra lain.
Cara Menemukan Gagasan Utama
Gagasan utama adalah kata-kata yang kebanyakan lumayan mencolok daripada kata-kata lain. Meski demikian, kamu sebaiknya mencermati bagaimana cara menemukannya sebagai berikut:
1. Cermati Kalimat di dalam Paragraf
Cara pertama untuk menemukannya adalah dengan mencermati tiap kalimat, karena gagasan utama juga berbentuk kalimat. Hindari membaca memindai. Gunakan teknik membaca intensif supaya maksimal.
2. Cari Ide, Subjek, atau Nomina (Kata Benda) yang Penulis Sebut Secara Berulang
Di didalam paragraf, tentu kamu bakal menemukan subjek, ide, atau nomina yang penulis sebut beberapa kali. Dari sana, kamu dapat menemukan ide utama dengan cepat. Agar lebih maksimal, silakan lakukan cara ini dengan teliti.
3. Tentukan Kalimat Utama yang Paling Sesuai
Tips mengidentifikasi untuk menemukan gagasan utama adalah dengan memilih yang umum dan jelas. Jika mempunyai banyak waktu, bacalah beberapa kali.
4. Temukan Gagasan Utama di dalam Kalimat Utama
Setelah kata-kata utama berhasil kamu temukan, sekarang kamu mesti menemukan gagasan utamanya. Meski terlihat mudah, cara ini dapat memakan waktu, khususnya kalau kamu belum pernah melakukannya.
Contoh Gagasan Utama
Berikut ini adalah beberapa contoh yang dapat kamu jadikan referensi:
1. Paragraf Deduktif
Perhatikan contoh paragraf deduktif berikut:
Cuaca di Lampung hari ini, 23 November 2022, diprediksi berawan. Pada pukul 05.00 WIB, suhu udara berkisar di 23 derajat celcius dengan indeks UV nol. Kemudian, suhu akan meningkat pukul 13.00 WIB menjadi 31 derajat celcius dan indeks UV enam. Bagi Anda yang ingin keluar rumah, kami rekomendasikan menggunakan tabir surya dengan sekurang-kurangnya SPF40.
Dari paragraf di atas, dapat kita identifikasi bahwa kata-kata utamanya adalah “Cuaca di Lampung hari ini, 23 November 2022, diprediksi berawan.” Kemudian gagasan utamanya adalah kondisi Lampung cerah berawan. Kalimat seterusnya mengatakan lebih spesifik mengenai cuaca di Lampung.
2. Paragraf Induktif
Simak contoh paragraf induktif berikut:
Masyarakat senantiasa mengelus dada tiap kali gempa bumi terjadi. Terakhir, gempa di Cianjur menelan korban tewas sampai lebih dari 200 jiwa. Sangat kita sayangkan bahwa di negara yang terletak di Cincin Api Pasifik, justru pengetahuan mengenai bencana tektonik masih minim. Sehingga, tiap kali lempeng bergeser, selalu ada korban jiwa yang banyak. Dari sana, semestinya pemerintah mengerti bahwa sosialisasi mitigasi bencana gempa bumi mesti mereka tingkatkan.
Berdasarkan contoh di atas. Kalimat utama paragraf tersebut terletak di akhir, yaitu di kata-kata “Dari sana, semestinya pemerintah mengerti bahwa sosialisasi mitigasi bencana gempa bumi mesti mereka tingkatkan.”
Sedangkan gagasan utamanya adalah “pentingnya peningkatan sosialisasi mitigasi bencana gempa bumi di Indonesia.”
3. Paragraf Campuran
Berikut adalah contoh paragraf campuran:
Manusia mesti mempunyai komitmen penuh menekan pemanasan global. Kondisi bumi terus memanas sejak revolusi industri. Pemakaian mesin dan pembakaran besar-besaran menyebabkan peningkatan suhu sampai 2 derajat celcius. Mitigasi yang lambat akan memperburuk keadaan, seperti Indonesia yang diprediksi akan mengalami pengikatan sampai 3 derajat celcius pada 2100. Oleh karena itu, komitmen penuh untuk menekan pemanasan global mesti masyarakat miliki.
Dari contoh paragraf di atas, dapat kita simpulkan bahwa kalimat utama terletak di awal dan akhir, yaitu di kalimat:
“Manusia mesti mempunyai komitmen penuh menekan pemanasan global” dan “Oleh karena itu, komitmen penuh untuk menekan pemanasan global mesti dimiliki.”
Ide utamanya adalah “manusia mesti mempunyai komitmen penuh menekan pemanasan global.”
4. Paragraf Ineratif
Berikut adalah contoh paragraf ineratif:
Gunung Sinabung di Sumatera Utara meletus. Belum reda letusan Gunung Sinabung, Gunung Kelud di Jawa Timur juga meletus. Selain gunung berapi yang meletus itu, banjir terjadi di beberapa daerah. Ibu kota Jakarta, seperti tahun-tahun sebelumnya, dilanda banjir. NTT yang sering mengalami kekeringan juga tidak luput dari banjir. Indonesia sebetulnya tengah tertimpa banyak musibah dan bencana. Bencana-bencana tersebut menelan korban, baik harta maupun jiwa. Padi di sawah-sawah yang siap panen menjadi gagal panen. Sayur mayur yang banyak petani tanam dan hasilkan di lereng-lereng gunung juga hancur sehingga harga di pasar menjadi melambung.
Dari paragraf di atas, dapat kita identifikasi bahwa kalimat utamanya adalah “Indonesia sebetulnya tengah ditimpa banyak musibah dan bencana.”
Bagian awal adalah pengantar, tetapi akhir paragraf adalah penjelas. Gagasan utamanya adalah “Indonesia sering mengalami bencana alam.”
5. Paragraf Menyebar
Berikut adalah contoh paragraf menyebar:
Aku menaruh sepinggan penganan di meja. Sesekali, temanku si samping menyeruput kopi tubruk yang dia racik beberapa menit lalu. Di depan kami, kawanan burung camar mengais ikan-ikan kecil. Jauh di belakang mereka, nun di batas cakrawala, matahari yang nyaris tenggelam tampak sombong menyiram kami bersama dengan cahaya oranye.
Paragraf ini tidak mempunyai kalimat utama dengan gagasan utama. Setiap gagasan menyebar di semua kalimat yang membangun paragraf.
Ide utamanya adalah “dua orang tengah berada di pantai melihat matahari tenggelam sambil memakan camilan.”
Apa Itu Gagasan Pendukung
Setelah mengerti ide utama, kamu juga mesti mengerti pengertian ide pendukung. Ide pendukung adalah keterangan tambahan berisi informasi yang lebih spesifik untuk membangun paragraf dan tidak dapat berdiri sendiri sebagai satu kalimat, karena maksudnya akan rancu/kabur.
