Digital printing merupakan teknik atau teknlogi print kain dengan menggunakan teknologi modern dalam prosesnya. Hal tersebut membuat proses pengerjaan dapat dilakukan secara cepat dengan hasil yang akurat baik dari segi bentuk maupun warna.

Warna yang diaplikasikan pada kain dalam proses print kain atau cetak kain pada jasa print kain menggunakan tinta khusus untuk kain. Tinta-tinta yang digunakan tentunya sudah terverifikasi aman untuk manusia dan memiliki daya tahan yang baik pada kain.

Itulah yang membuat teknik print kain menggunakan teknologi digital printing ini populer bagi pelaku usaha yang bergerak dibidang tekstil. Proses print kain dapat diaplikasikan pada berbagai jenis kain, oleh karena itu terdapat macam-macam jenis tinta juga yang digunakan untuk menyesuaikan pada jenis kain yang dipilih.

Beberapa macam jenis tinta yang digunakan pada industri jasa print kain yang perlu kamu ketahui antara lain:

  1. Tinta Pigment

Pewarnaan dengan menggunakan tinta pigment ini menggunakan partikel kecil dari bahan pewarna yang digunakan untuk membentuk desain maupun gambar. Oleh karena cara pewarnaan dimana warna yang ditempelkan pada kain memiliki partikel yang kecil, membuat tinta ini menempel pada kain bukan menyerap, sehingga dalam beberapa kondisi warna ini bisa bertahan lebih dari 200 tahun.

  • Tinta Sublimasi

Tinta sublimasi adalah zat warna yang tersuspensi dalam cairan pelarut, seperti air. Tinta sublimasi ini digunakan dengan cara dicetak pada kertas transfer yang kemudian di pindahkan pada kain dengan menggunakan mesin pres panas yang memiliki suhu sekitar 180-210 C. Perubahan dari partikel padat ke gas lah yang dapat membuat perpindahan pada kertas ke kain yang dimaksud dengan proses sublimasi.

  • Tinta Latex

Tinta latex merupakan tinta dengan bahan dasar dasar air sehingga tinta ini ramah lingkungan. Meskipun tinta ini berbahan dasar air, namun tinta latex memiliki daya tahan yang kuat dimana bisa menempel pada berbagai media salah satunya kain. Arti dari kata latex atau lateks sendiri adalah istilah yang digunakan untuk menggmbarkan stabil.

  • Tinta UV

Tinta UV merupakan tinta cetak yang dkeringkan dengan bantuan lampu ultra violet. Proses UV curing ini melibarkan polimerisasi dari monomer saat tinta terkena paparan sinar UV. Monomer UV mempunyai sesitizer yang dapat menyerap energi dari sinar UV yang dapat memicu proses polimerisasi pada monomer.

  • Tinta Solvent

Tinta Solvent (Oli base) merupakan tinta yang dibuat dari campuran pigment dan resin untuk menjaga agar pigment dan resin tetap cair maka dibutuhkan pelarut agar tinta tetap cair, pelarut yang digunakan pada tinta untuk menjaga tinta tetap cair nantinya akan menguap pada proses sehingga tinta akan menempel pada media dengan baik dan kuat.

  • Tinta Eco-Solvent

Tinta Eco-solvent merupakan jenis yang sama dengan tinta Solvent yang terdiri dari pigment resin dan pelarut. Perbedaan tinta solvent dan eco-solvent terletak pada jenis bahan pelarut yang digunakan, dimana tinta Eco-Solvent menggunakan bahan pelarut yang lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan tinta Solvent, oleh karena itu tinta ini di sebut tinta Eco-Solvent.

  • Tinta Reaktif

Tinta ini sangat cocok diaplikasikan pada industri tekstil dan garment karena tinta ini mengandung zat warna yang menciptakan ikatan kimia dengan selulosa yang dapat diaplikasikan pada tekstil dengan baik.

Itulah beberapa tinta atau zat warna yang umumnya digunakan pada industri jasa print kain dalam proses pencetakan kain dengan berbagai desain maupun motif grafis yang di inginkan.