Pemerintah terus menggemakan optimisme seputar pemberian vaksin virus corona di Indonesia. Presiden Jokowi percaya vaksin akan tersedia akhir tahun ini atau awal tahun 2021. Pemerintah telah menetapkan kecepatan produksi dan skema vaksinasi.

Lebih jauh seperti dilansir era.id , Menteri Kesehatan Terawan Putranto Agus menjelaskan tentang skema vaksin Covid-19 pada Selasa, November 17, 2020.

Terawan mencerahkan “DPR Komisi IX Pertemuan dengan Menteri Kesehatan”, bahwa vaksin Covid-19 di Indonesia akan dibagi menjadi dua skema.

“Target 67% dari 160 juta orang berusia 18 sampai 59 tahun, setelah mempertimbangkan ketersediaan vaksin dan alokasi untuk saat ini,” kata Agus Terawan Putranto, dikutip Pikiran-Rakyat.com melalui YouTube rekening upload DPR pada 17 November 2020.

 

Daftar Prioritas Penerima Vaksin COVID-19

Nah, baru-baru ini, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) merilis grand design pelaksanaan vaksinasi COVID-19.

Menurut hitungan Kemenkes, setidaknya Indonesia membutuhkan 320 juta vaksin corona. Dalam jumlah itu terdapat lima kelompok yang menjadi prioritas penerima vaksin, yaitu:

  1. Garda terdepan, meliputi medis dan paramedis contact tracing; pelayanan publik termasuk TNI/Polri dan aparat hukum. Kelompok ini diperkirakan berjumlah 3,4 juta orang. Vaksin yang dibutuhkan dua kali lipat dari jumlah tersebut, yakni 6,9 juta dosis.
  2. Masyarakat (tokoh agama/masyarakat), perangkat daerah dari RT/RW hingga kecamatan,  sebagian pelaku ekonomi. Populasi kelompok sekitar 5,6 juta orang. Mereka perlu pasokan vaksin dua kali lipat dari populasi, yakni 11,2 juta dosis.
  3. Seluruh tenaga pendidik dari PAUD hingga Perguruan Tinggi. Kelompok ini menyasar 4,3 juta orang dan membutuhkan vaksin dua kali lipat dari jumlah orang, atau 8,7 juta dosis vaksin.
  4. Aparatur pemerintah (pusat, daerah, dan lembaga legislatif/DPR). Kelompok ini menyasar 2,3 juta orang dan membutuhkan vaksin dua kali lipat dari jumlah orang, yakni 4,6 juta dosis.
  5. Peserta BPJS PBI, yaitu penerima jaminan kesehatan bagi fakir miskin dan orang tidak mampu. Kelompok ini menyasar 86,6 juta orang dan membutuhkan vaksin dua kali lipat dari jumlah orang, yakni 173,2 juta dosis.

 

Di luar kelompok prioritas, rencana corona vaksin akan diberikan kepada warga negara dan pelaku ekonomi dengan kapasitas 57,7 juta penduduk. Artinya, vaksin diperlukan untuk kelompok ini sekitar 115 juta dosis.

Vaksinasi dijadwalkan akan dimulai pada Januari 2021 dan selesai pada Maret 2022. tanggal Untuk, ada tiga kandidat vaksin akan diberikan kepada masyarakat, yaitu Sinovac, Sinopharm, dan Genexine-GX19.