Warga di Dusun Jatirasa, Desa Duren, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang mengeluhkan limbah fly ash atau abu terbang dari cerobong asap pabrik K2 Industries. Debu hitam sisa pembakaran batu bara dari pabrik sabun itu terbawa angin dan menyebar ke rumah-rumah sejak dua pekan terakhir.

 

“Saya terlampau khawatir dan kecewa bersama polusi ini. Apalagi aku memiliki bayi. Anak-anak di lingkungan ini kerap banget batuk dan pilek,” kata Nayla Aryani seorang ibu tempat tinggal tangga di kira-kira pabrik
Nayla menuturkan, rumahnya terpapar debu berwarna hitam tiap tiap siang dan sore hari.

Ia jadi kesal lantaran busana yang ia jemur kerap dikotori debu-debu tersebut. “Yang paling membuat khawatir jikalau debu hitam itu nempel di busana bayi saya. Saya risau bayi aku terpengaruh,” kata Nayla.

Ia menjelaskan tak sedikit anak kecil di lingkungannya yang mendadak batuk dan sakit. Apalagi semenjak pabrik itu kerap mengeluarkan asap hitam. “Kalau ada warga yang sakit berobat mengfungsikan ongkos sendiri, tak pernah ada kompensasi dari perusahaan,” katanya.

Paparan debu hitam itu, kata Nayla, tak cuma menerpa atap rumah. Bahkan kerap masuk ke di dalam dan lantai rumah. saat dihimpun debu hitam itu seperti serbuk kopi yang pekat. “Entah berapa kali perlu nyapu dan ngepel,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karawang Wawan Setiawan menuturkan, udah menerjunkan tim pengawasan dan pengendalian untuk sidak ke pabrik tersebut. “Semua boiler sesungguhnya seperti itu. Tak ada pelanggaran,” kata Wawan .

Hasil kontrol tim di PT K2 Industries, kata Wawan, boiler batu bara udah memiliki alat pengendali pencemaran udara berwujud wet scrubber. “Pada saat tim mengunjungi pabrik, boiler sedang dioperasikan tapi suasana asap tidak hitam. Terlihat normal. Adapun mengepul hitam kemungkinan pada saat start up kira-kira 25 hingga 30 menit,” kata Wawan.

PT K2 Industries tercatat pernah terjebak persoalan pencemaran lingkungan. Pada 20 November 2018, pabrik itu pernah disegel Polres Karawang karena dianggap mengikis limbah cair yang tak diolah ke pemukiman dan sawah warga. Pabrik itu terhitung dinilai lalai dan tidak memiliki Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL) yang layak seharusnya pihak pabrik menggunkan Filter Dust Collector agar tidak terjadi pencemaran.