Daging ayam merupakan tidak benar satu sumber makanan protein hewani yang terjangkau dan enteng didapatkan. Biasanya masyarakat belanja daging ayam potong yang ada di pasar maupun daging ayam kemasan.
Dalam menentukan dan belanja daging ayam ada lebih dari satu tips yang mampu diikuti sehingga tidak terperangkap belanja bangkai ayam atau ayam tiren maupun ayam berformalin, seperti yang disampaikan oleh Denny Lukman Ahli Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Akademisi IPB di dalam diskusi virtual Japfa .
“Daging Ayam Sebagai Sumber Protein Hewani : Fakta dan Hoaks” Pertama, beli ayam potong pada kios dan toko yang resmi atau bersama penjaja yang telah menjadi langganan. Kedua, pilihlah daging ayam yang berwarna cerah dan kelihatan fresh dan juga tidak berwarna gelap kehitaman, tidak berbau, dan tidak lembab
Ketiga, kalau belanja ayam kemasan maka pilihlah kemasan yang utuh, bersih, dan berlabel. Keempat, belilah daging yang disimpan pada lemari pendingin atau freezer.
Kelima, maka belilah daging ayam di akhir belanja sebelum membayar di kasar dan langsung dibawa pulang ke rumah. Sebaiknya dimasukkan ke di dalam thermobag atau insulated-bag.
“Sesampainya di rumah, daging langsung dimasak atau kalau inginkan dimasak di dalam 2 hari ke depan, simpan daging di di dalam wadah tertutup yang bersih lalu masukkan ke di dalam kulkas.
Jika daging inginkan dibekukan, potong-potong daging cocok kebutuhan dan masing-masing potongan dimasukkan di dalam wadah terpisah dan simpan di freezer,” terangnya.
Untuk daging ayam segar, jeroan, dan product olahan daging, mesti dikemas atau dibungkus secara terpisah dan baik.
Lalu, apakah daging boleh dicuci? Tentu saja daging boleh dicuci. Jika daging kotor maka bersihkan daging tersebut bersama air bersih, tiriskan, lalu mampu langsung dimasak.
Jika inginkan didinginkan atau dibekukan, maka keringkan permukaan daging bersama tisu dapur, potong-potong cocok kebutuhan lalu masukkan ke di dalam kantong plastik dan simpan di dalam kulkas atau freezer.
Selain berikan tips berbelanja ayam, Denny juga menyampaikan ciri ayam berformalin. Menurutnya, pada ayam yang berformalin maka kalau dicubit anggota kulitnya dianjurkan menggunakan sarung tangan atau pinset, maka kulit tidak ulang ke awal mulanya dan kulit keluar kaku.
Adapun untuk ayam bangkai, permukaan karkasnya keluar warna kemerahan seperti memar begitu pula bersama daging di balik kulit ayam, pun terkandung warna kemerahan seperti memar. Sedangkan pembuluh darah pada pangkal sayap berwarna biru kehitaman gara-gara berisi darah.



