Film dengan nama lain ‘Josee to Tora to Sakana-tachi’ ini kelanjutannya formal tayang di layar lebar sehabis ditunda perilisannya akibat masa pandemi COVID-19. Film ini merupakan anggota dari adaptasi karya novel roman yang ditulis oleh Seiko Tanabe pada awal perilisannya di th. 1984.

Mulai dari adaptasi live action yang disutradarai oleh Inudo Isshin pada th. 2003 dan Josee (2020) versi Korea Selatan yang disutradarai oleh Kim Jong-kwan.

Sayangnya, di Indonesia hanya lebih dari satu bioskop yang menayangkannya josee the tiger and the fish anime sub indo. Penasaran seperti apa filmnya? Sedikit peringatan, ulasan ini bakal sedikit mempunyai kandungan spoiler.

Josee, The Tiger plus The Fish kini dihidupkan kembali di dalam versi anime.

Meski sempat terlihat versi remake ala film Korea yang dibintangi oleh Nam Joo-hyuk pada awal 2020 kemarin, Josee versi remake selanjutnya mesti puas dengan rating 6.9 di IMDb. Tidak heran jika Josee versi anime ini beroleh rating lebih besar gara-gara ia digarap oleh studio Bones yang di mana studio selanjutnya melahirkan anime-anime populer seperti Space Dandy, Fullmetal Alchemist: Brotherhood, Bungou Stray Dogs, Noragami hingga Boku nomor Hero Academia.

Jika anda dulu membaca cerita yang sempat populer di dunia maya dengan judul “Awan Nemenin Cewe Lumpuh”, anime ini mempunyai sedikit kedekatan dengan cerita tersebut. Menceritakan perihal sebuah perjalanan seorang mahasiswa yang tengah berjuang di dalam meraih mimpinya yakni menjadi penyelam. Namun dirinya mesti lewat banyak perihal sulit termasuk bekerja paruh selagi hingga entah mengapa ia berakhir menjadi pengasuh dari perempuan yang gunakan kursi roda bernama Josee.

Entah sesungguhnya takdir atau hanya sebuah kebetulan, Josee sangat terobsesi dengan kehidupan laut hanya saja keterbatasan yang ia mempunyai mengakibatkan dirinya tidak dapat meraih lautan bebas.

Tsuneo yang bekerja dan mempunyai cita-cita yang termasuk terkait dengan kehidupan laut mengakibatkan Josee sedikit mempunyai gambaran perihal perihal selanjutnya dan bukan sekedar bercerita melainkan Tsuneo sering mempunyai Josee memandang betapa dunia laut jauh lebih indah daripada gambarannya.

Seiring berjalannya waktu, Josee lambat laun mengerti bahwa dirinya tidak bakal dapat seperti Tsuneo yang dapat menjelajahi lautan secara bebas dan ia pun menjadi menyerah dengan harapannya itu.

Film yang awalannya menceritakan kisah cinta yang tumbuh karena  hal-hal kecil, kini mesti menjadi sebuah kisah yang dramatis gara-gara Josee yang dulunya begitu bersemangat kini mesti berhenti dan meniadakan apa yang dulu berlangsung dengan Tsuneo.

Meski film ini pada awalannya hanya menceritakan perihal kisah perjuangan seorang Tsuneo untuk meraih mimpinya mengarungi lautan yang ia inginkan sejak kecil, siapa menyangka jika ternyata film ini merupakan kisah sepasang kekasih yang mempunyai kisah sangat unik dan sulit untuk bertahan dengan beragam macam kekurangan.