Jenis-jenis pengemasan-Kemasan adalah unsur yang penting dalam sebuah produk. Bahkan dapat dipastikan tidak satu pun barang yang tidak mempunyai unsur ini. Pertanyaan sederhananya adalah apakah pembeli tetap membeli produk yang tidak terbungkus dengan rapi? Tentu tidak! Maka dari itu diperlukan namanya pengemasan.

Berbicara cara tentang kemasan produk kesannya memang sepele. Padahal, unsur produksi ini memiliki fungsi penting yang secara langsung bisa memengaruhi permintaan konsumen. Maka dari itu, membuat produk tanpa merencanakan konsep kemasan adalah hal yang sangat salah.

Jenis jenis pengemasan

Secara  umum kemasan merupakan desain kreatif yang di dalamnya berisi bentuk, struktur, warna, citra hingga tipografi dari sebuah produk. Desain ini dibuat agar produk memiliki kelayakan untuk diperjual belikan.

Kemasan yang dibuat dengan kreatif dan bagus, akan memengaruhi permintaan konsumen. Yang artinya produk berkemasan bagus memiliki daya jual yang lebih tinggi dibandingkan kemasan ala kadarnya.

Menurut pengertian umum lainnya kemasan adalah unsur produk yang pertama kali dilihat oleh pelanggan. Diharapkan pembuatan kemasan yang baik bisa merangsang minat konsumen untuk membeli produk itu.

Ini yang menjadi alasan mengapa produsen membuat kemasan produk tidak sama dengan produk yang lain. Baik dari segi desain, bentuk, tipografi maupun gradasi warnanya.

Kemasan menurut frekuensi pemakaian juga ada tiga jenis yaitu kemasan sekali pakai, kemasan dipakai berulang kali dan kemasan yang tidak bisa dibuang atau digunakan permanen.

Jenis-Jenis Kemasan

Setelah mengetahui tentang fungsi dari kemasan produk maka pada penjelasan berikut akan dijelaskan tentang jenis-jenisnya. Diharapkan dari uraian ini pemahaman Anda tentang fungsi serta bagaimana peran kemasan terhadap produk menjadi semakin bertambah kuat. Ini dia penjelasan lengkapnya:

1. Kemasan Primer

Kemasan primer adalah bahan pembungkus yang langsung mewadahi bahan-bahan pangan atau bahan-bahan konsumsi. Seperti diantaranya kemasan untuk susu botol minuman dan kemasan untuk makanan-makanan yang lainnya.

2. Kemasan Sekunder

Yang dimaksud dengan kemasan sekunder adalah kemasan yang berfungsi untuk memberikan perlindungan terhadap kategori-kategori kemasan yang lain. Seperti kemasan yang berupa kotak karton untuk melindungi kaleng susu, kotak kayu sebagai wadah buah dan pembungkus kemasan yang lainnya.

3. Kemasan Tersier

Kemasan tersier adalah jenis kemasan yang dibutuhkan dalam rangka untuk menyimpan dan mengirimkan serta melakukan identifikasi sebuah produk. Kemasan ini biasanya digunakan sebagai pelindung selama produk tersebut masih dalam pengiriman.

 

Fungsi Kemasan Produk

1. Untuk Mewadahi Produk

Fungsi kemasan yang pertama adalah untuk mewadahi produk. Ini biasanya digunakan untuk melancarkan proses pengiriman tanpa terkendala masalah produk tercecer atau hilang.

Jika kemasannya rapi tentu produk akan sampai ke tangan pelanggan tetap utuh tidak kurang satu apapun. Berbeda produk dengan kemasan tidak rapi. Tentu jika jarak pengiriman cukup jauh, kemasan bisa rusak sehingga barang tercecer di mana-mana.

2. Untuk Melindungi dan Mengawetkan Produk

Kemasan dibutuhkan untuk melindungi produk dari kerusakan. Seperti kerusakan akibat mikroba, cuaca, air dan lain sebagainya. Selain itu, kemasan dibutuhkan untuk membuat produk lebih awet dan tahan lama.

Produk tanpa kemasan memang rawan mengalami kerusakan parah apalagi jika bahan pembuatnya rentan terhadap zat-zat tertentu. Untuk menghindari produk mengalami kontaminasi maka seharusnya produk dibungkus ke dalam kemasan.

3. Sebagai Identitas Produk

Fungsi kemasan yang selanjutnya adalah untuk dijadikan sebagai identitas produk. Yang mana di dalam kemasan tersebut pasti tertulis merek yang menjadikan produk dikenal banyak orang.

Jika desain kemasan bagus dan kreatif tentunya merek itu akan lebih terkenal. Bahkan itu juga menjadi prasyarat terciptanya kualitas produk yang disukai oleh konsumen.

Artinya jika produk menggunakan kemasan maka ada identitas tertentu yang bisa meningkatkan progres penjualan produk itu sendiri.

4. Meningkatkan Efisiensi

Jika produk masih terpecah-pecah menjadi bahan mentah dan bahan pendukung tentu kalkulasi modal dan keuntungannya masih belum bisa dihitung dengan baik. Itu artinya selama produk itu masih terpecah-pecah maka tidak akan terjadi efisiensi dan efektivitas dalam penjualan

Lain soal kalau produk sudah dalam bentuk kemasan. Yang mana segala bahan pembentuk produk telah menjadi satu terbungkus dengan rapi sehingga kalkulasi modal biaya operasi dengan harga jual bisa ditentukan dengan cepat dan tepat.

5. Melindungi dari Pengaruh Produk Lain

Tidak dimungkiri dalam setiap distribusi produk atau barang tidak mungkin dilakukan pengiriman unit per unit. Karena pasti pengiriman barang disertakan juga produk lain yang tidak sejenis sekalipun dipesan oleh konsumen yang sama.

Kemasan di sini berfungsi untuk mencegah terjadinya pengaruh buruk produk yang satu kepada produk yang lain. Terutama produk yang mengandung zat kimia yang jika mengkontaminasi produk lain justru akan membuat produk itu rusak atau berbahaya.

6. Untuk Memberikan Nilai Produk yang Berbeda

Jika produk dibungkus dalam kemasan yang rapi dan desain-nya bagus tentu nilainya di mata konsumen lebih baik dibandingkan produk yang tidak menggunakan kemasan. Itu artinya Konsumen akan lebih suka memesan produk atau barang yang kemasannya bagus karena bagi mereka itu memiliki nilai dan kualitas yang juga bagus.

Maka dari itu produk yang akan dikirimkan kepada konsumen memang seharusnya menggunakan kemasan. Itu pun kalau ingin produknya laku di pasaran.

Terima kasih telah membaca web ini semoga bermanfaat bagi kita semua saya sudahi dengan salam

assalamualaikum wr.wb..