Ternak sapi untuk pemula

Ternak Sapi

Rincian Modal Ternak Sapi

Untuk menjalankan usaha ternak sapi, ada sejumlah biaya yang harus dikeluarkan, antara lain biaya kandang sekitar Rp 5 jutaan, alat-alat dan perlengkapan kandang sekitar Rp 400 ribuan, serta membeli anakan sapi sebagai bibit dengan harga per ekor sekitar Rp 8 jutaan.

Dalam hal ini, kamu bisa membeli anakan sapi sebanyak 2 ekor (jantan dan betina), yaitu sebesar Rp 16 juta. Biaya lainnya meliputi pakan sapi, bisa memakai rumput, legum, hingga jenis pakan limbah pertanian, serta limbah industri.

Peralatan yang Diperlukan

Kamu perlu mengetahui alat-alat yang dibutuhkan untuk cara beternak sapi bagi pemula. Pertama, alat yang dipakai untuk mengambil dan membuang kotoran sapi, baik kotoran yang akan dijadikan pupuk kandang atau pupuk organik.

Alat lainnya adalah selang air, cangkul, tempat pakan dan minum, serta kereta dorong (wheel barrow). Ada juga sapu lidi, arit, ember dan gayung.

Lahan Ideal untuk Ternak Sapi

Lahan ideal untuk beternak sapi adalah lahan yang luas, bersih, dan terbebas dari berbagai jenis penyakit. Letak lahan juga harus jauh dari pemukiman penduduk dan sumber mata air, serta harus memperoleh sinar matahari yang cukup setiap harinya.

Carilah lahan yang dekat dengan area pertanian, di mana banyak ditumbuhi rerumputan, sehingga bisa dijadikan sumber pakan bagi sapi. Selain itu, area lahan juga harus memiliki banyak pepohonan rindang, agar lingkungannya menjadi sejuk.

Ketahui Cara Membuat Kandang Sapi

Kandang sapi terbagi menjadi dua bagian, yakni kandang tipe individu dan tipe kelompok. Ukuran ideal kandang individu adalah 2 x 2 meter, sedangkan ukuran kandang standar yang biasa digunakan oleh peternak adalah sekitar 1,5 meter x 2 meter, hingga 2 meter x 2,5 meter. Ukuran kandang ini untuk satu ekor sapi.

Agar awet, bahan dasar kandang disarankan terbuat dari besi dan lantainya dari semen. Dinding kandang usahakan tidak terlalu rapat dan buatlah parit sebagai saluran pembuangan urin.

Memilih Bibit Sapi Unggul

Ciri-ciri bibit sapi yang unggul adalah berusia sekitar 2 sampai 3 tahun, punya ukuran badan dan kepala yang seimbang, serta tulang punggungnya berbentuk lurus dan sejajar. Oh ya, jika tujuanmu beternak adalah untuk penggemukan, maka disarankan memilih sapi jantan.

Sapi untuk penggemukan idealnya berukuran 170 cm, dengan tinggi pundak normal sekitar 135 cm dan tidak cacat. Pilih juga sapi dengan berat minimal 200 kilogram, berbulu pendek, tidak berminyak, berbadan silindris, dan rusuk cembung.

Memberi Makan serta Merawat Sapi

Memberi pakan jadi cara beternak sapi bagi pemula yang perlu diketahui. Sebaiknya, sapi diberi pakan seperti bungkil, ampas tahu, bekatul, serta rerumputan hijau yang harus tersedia setiap hari.

Usahakan pakan tersebut dikonsumsi setiap hari oleh seekor sapi, minimal 10% dari bobot tubuhnya. Pemberian pakan bisa dilakukan pada pukul 08.00, 12.00 dan 17.00.

Pencegahan Penyakit terhadap Sapi

Cara beternak sapi bagi pemula yang perlu diketahui selanjutnya adalah memeriksa kesehatan sapi secara berkala untuk mencegah penyebaran penyakit. Jika ada sapi yang terserang penyakit, pisahkan dari sapi lain dan obati dengan benar sampai tuntas.

KONSENTRAT UNTUK PAKAN SAPI POTONG

Konsentrat adalah campuran berbagai bahan untuk menambah gizi sapi. Konsentrat basah biasanya langsung diberikan, sedangkan konsentrat kering bisa disimpan lama.

Bahan untuk membuat konsentrat itu macam macam. Pilihlah  yang ada di sekitar Anda agar mudah dan murah biaya transportasinya.

Selain membuat sendiri, konsentrat juga ada yang sudah bentuk jadi. Peternak bisa membeli konsentrat jadi maupun mineralnya saja.

Setiap daerah umumnya punya dokter hewan, biasanya untuk keperluan suntik kawin sapi. Sebelum memutuskan sebuah konsentrat baru atau pakan alternatif baru, sebaiknya dikonsultasikan dulu.

Berikut ini daftar ampas atau limbah yang bisa menjadi bahan baku konsentrat

1.AMPAS TAHU

Kandungan protein kedelai membuat ampas tahu laris manis sebagai campuran konsentrat sapi.

2. AMPAS KETELA

Ampas ketela pohon atau singkong atau tapioka bisa diberikan kepada sapi potong dengan cara diberikan langsung. Lebih bagus lagi jika dicampur dengan dedak.

3. BUNGKIL KELAPA

Bungkil kelapa adalah sisa dari minyak kelapa. Limbah yang satu ini kalau dibiarkan lama bisa tengik.  Segeralah dikeringkan dan diproses.

4. BUNGKIL JAGUNG

Bungkil jagung yang digiling ini bisa diberikan kepada sapi secara langsung maupun fermentasi.

Sapi yang diberi fermentasi bonggol jagung bobotnya bisa naik sampai 0,88 kg/hari.

5. AMPAS YANG ADA DI SEKITAR ANDA

Ampas apa yang masih ada di sekitar anda? sudahkah anda atau rekan peternak ada yang mencobanya. Ampas dari hasil industri pengolahan hasil bumi biasanya bagus. Meski demikian saya sangat menyarankan anda mengkonsultasikannya kepada dokter hewan setempat atau pakar gizi sapi.

6. DEDAK

Dedak biasanya berasal dari penggilingan kulit dan rambut padi. Pakan ini bisa diberikan langsung setelah dicampur air ataupun dicampur ampas.

Setelah mengetahui bahan baku konsentrat kita sekarang akan membuatnya