Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung. Bagi anda yang ingin memulai untuk menanam tanaman jagung, baik untuk kepentingan perkebunan atau masih mencoba bertanam jagung sebagai hobi, langkah awal yang bisa anda lakukan adalah dengan memahami fase pertumbuhan jagung.
Dengan memahami lebih lanjut fase pertumbuhan tanaman jagung, maka anda akan lebih mudah dalam menentukan Langkah tepat dan penanganan yang terbaik sesuai dengan usia jagung.
Usia jagung dihitung dari hari pertama proses tanam bibit dilakukan. Setiap tahapan dan perawatan tanaman memerlukan perhitungan yang tepat, seperti pemupukan, penjarangan dan perawatan lainnya yang memiliki tolak ukur dari usia tanaman.
Umumnya jagung memiliki fase pertumbuhan berupa tiga tahap yaitu fase perkecambahan, fase pertumbuhan vegetatif dan fase reproduktif.
Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung

1. Fase Perkecambahan
Fase perkecambahan mulai terjadi beberapa saat setelah proses penanaman terjadi, dimana benih jagung sudah mulai menyerap air sampai benih jagung membengkak. Dilanjut dengan munculnya kecambah yang terus tumbuh hingga muncul ke permukaan tanah.
Biasanya kecambah muncul diatas tanah pada umur 4 hingga 5 hari setelah tanam. Jika kondisi tanah kering, maka kecambah akan membutuhkan waktu yang lebih lama, bisa mencapai waktu hingga 2 minggu atau lebih.
2. Fase Pertumbuhan
Fase pertumbuhan diawali dengan munculnya daun dari tunas jagung dan mulai terbuka satu persatu hingga sempurna. Diawali dengan akar seminal yang sudah berhenti tumbuh dan akar nodul mulai aktif.
Titik tumbuhnya daun ini sangat dipengaruhi oleh suhu. Suhu rendah akan memperlambat keluarnya daun, meningkatkan jumlah daun, dan menunda terbentuknya bunga jantan.
Fase pertumbuhan daun jagung ini terus berlangsung hingga 11 sampai daun terakhir tumbuh. Waktu ini berlangsung pada jagung yang sudah memasuki umur 18 hingga 35 hari.
Setelah fase pertumbuhan pertama selesai, disambung pula pada pertumbuhan jumlah daun terakhir di mulai dari usia 33 – 50 hari setelah masa berkecambah. Tanaman akan tumbuh dengan cepat dan akumulasi bahan kering meningkat dengan cepat pula.
Dimasa ini kebutuhan hara dan air relative tinggi untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Pada kondisi ini pula tanaman akan sangat sensitive pada kekeringan dan kekurangan zat
hara, karena sangat berpengaruh pada perkembangan dan pertumbuhan tongkol jagung, bahkan bisa berakibat pada jumlah biji yang dihasilkan.
Tahap terakhir dari fase pertumbuhan ditandai dengan fase tasseling dan sebelum keluarnya bunga betina. Fase taseeling ditandai dengan adanya cabang terakhir dari bunga jantan sebelum kemunculan bunga betina. Biasanya fase tasseling terjadi antara 45-52 hari setelah masa tanam. Difase ini lah dihasilkan bimas maksimum dari bagian vegetatif tanaman dan mulai menyebarkan serbuk sari atau dengan nama lain pollen.
3. Fase Reproduktif
Pada fase ini dimulai pada fase pertumbuhan setelah silking sampai masak fisiologis. Fase silking diawali dengan munculnya rambut jagung dari tongkol dan terbungkus oleh kelobot, biasanya munculnya rambut jagung ini mulai 2-3 hari setelah masa tasseling.
Fase polinasi atau penyerbukan terjadi ketika serbuk sari yang dilepas oleh bunga jantan jatuh dan menyentuh permukaan rambut tongkol yang masih muda dan segar. Serbuk sari yang jatuh tersebut membutuhkan waktu 24 jam untuk mencapai sel telur, dimana hal tersebut akan terjadi proses pembuahan untuk membentuk bakal biji.
Rambut tongkol jagung yang siap untuk diserbuki merupakan rambut jagung yang sudah berusia 2-3 hari. Rambut jagung ini akan terus tumbuh memanjang sekitar 3,8 cm/ hari dan akan terus tumbuh memanjang hingga tiba proses penyerbukan.
Bakal biji hasil pembuahan tumbuh dalam suatu struktur tongkol dengan dilindungi oleh tiga bagian penting yaitu glume, lemma dan palea.
4. Fase Panen
Fase ini terjadi setelah ketiga fase pertumbuhan telah selesai. Ditandai dengan rambut tongkol yang sudah kering dan berwarna gelap, dengan ukuran tongkol, kelobot dan janggel yang sudah sempurna. Biji jagung juga sudah keras dan terbentuk sempurna dengan kadar air 35% saja.
Baca juga artikel lain tentang pertumbuhan jagung: Cara Menanam Jagung di Lahan Kering



