Komunikasi bahasa dalam bisnis merupakan proses pertukaran informasi yang pertama kali dilakukan umat manusia dalam upaya memenuhi kebu tuhannya, dan kebutuhan pertama dan terpenting manusia adalah ke- butuhan fisik seperti makan dan minum. Bayi menangis sebagai cara menyampaikan pesan bahwa la lapar, bayi telah melakukan komunikasi bisnis. Jika pada masa kini, studi komunikasi bisnis memberikan fokus perhatian pada proses pertukaran informasi antarkaryawan di dalam dan di luar perusahaan untuk mencapai tujuan ekonomi perusahaan. maka pada awalnya komunikasi bisnis masih merupakan proses pertu- karan informasi antarmanusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Pada masa prasejarah, komunikasi bisnis yang dilakukan masih sangat sederhana yaitu tukar-menukar informasi mengenai kebutuhan setiap orang untuk kemudian saling membantu, selanjutnya muncul barter, dan terakhir manusia membuat mata uang sebagai alat tukar. Setelah kemunculan mata uang, maka semua komunikasi bisnis dilakukan dengan satu tujuan yaitu uang. Pada bagian berikut ini kita akan membahas mengenai sejarah uang yang merupakan simbol paling penting dalam komunikasi bisnis. Bagaimana uang hadir dalam kehidupan dan bagaimana uang menyatukan umat manusia.
Proses Komunikasi Bahasa Dalam Bisnis
Pada 1519, petualang dari Spanyol Hernan Cortes bersama pasuk- annya berhasil menduduki Meksiko yang ketika itu masih terisolasi dan belum tersentuh peradaban luar. Orang Aztek, masyarakat asli Mek siko, secara cepat mengetahui bahwa orang-orang asing yang mendu- duki wilayahnya memiliki ketertarikan khusus dengan logam berwarna kuning, Mereka melihat para pendatang itu tidak berhenti membicarakannya. Masyarakat asli Meksiko bukannya tidak mengenal emas-lo- gam yang cantik dan mudah dibentuk, mereka juga menggunakannya untuk membuat perhiasan dan patung, dan terkadang mereka menggu nakan serbuk emas sebagai perantara pertukaran. Tetapi ketika orang Artek ingin membeli sesuatu mereka melakukannya secara barter.
Orang Aztek tidak mengerti mengapa para pendatang Spanyol be- gitu terobsesi dengan emas. Apa yang begitu penting dengan logam yang tidak dapat dimakan, diminum atau ditenun, dan terlalu lunak un- tuk dibuat menjadi perkakas atau senjata. Ketika orang Aztek bertanya kepada Cortes mengapa orang Spanyol begitu terobsesi dengan emas, Cortes menjawab, “Karena saya dan rekan-rekan saya punya penyakit hati yang hanya bisa disembuhkan dengan emas.” Di dunia Afro-Asia, tempat asal Cortes dan pasukannya, masyarakat memang sangat ter- obsesi dengan emas
Tiga abad sebelum penaklukan Meksiko, para leluhur Cortes dan pasukannya mengobarkan perang agama berdarah melawan kerajaan Islam di Iberia dan Afrika Utara. Para pengikut Kristus dan Allah saling bunuh, menghancurkan ladang dan perkebunan, dan mengubah kota- kota yang makmur menjadi hangus terbakar-semuanya demi kebesaran Kristus dan Allah.
Ketika orang-orang Kristen mulai berada di atas angin, mereka merayakan kemenangan mereka dengan tidak saja menghancurkan masjid-masjid dan membangun gereja tetapi juga mengeluarkan mata uang baru dalam bentuk koin yang terbuat dari emas dan perak dengan simbol salib dan tulisan ucapan terima kasih kepada Tuhan karena pertolongan-Nya dalam memerangi kaum kafir. Namun selain koin uang, orang Kristen juga mencetak koin jenis lainnya yang disebut dengan “millares” yang memuat pesan yang berbeda. Koin persegi empat ini dibuat oleh para penjelajah Kristen dan dihiasi dengan tulisan Arab: “Tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan-Nya. Anehnya.
Koin dengan tulisan kalimat tauhid itu diterima juga oleh masyarakat Kristen sebagai mata uang Sebaliknya, di tempat lain, para pedagang Muslim di Afrika Utara melakukan perdagangan dengan menggunakan koin yang dibuat orang Kristen seperti koin florin dari Florentin, ducat dari Venesia, dan gigliato dari Neapolita. Bahkan para penguasa Muslim yang menyerukan phad melawan kafir Kristen dengan senang hati menerima uang pajak dengan simbol Kristus dan Bunda Perawan-Nya.
Dari sedikit history diatas, bisa akita ambil makna dari sebuah komunikasi yang lahir dari kegiatan berbisnis. Namun apakah pernah terbayangkan pada zaman dahulu Ketika melakukan pertukaran komunikasi antar bahasa yang berbeda? Mungkin kita dapat mengambil jawaban atas pertanyaan tersbut dengan jawaban yang simple, yaitu menggunakan komunikasi bahasa isyarat. Begitu suitnya awal dari munculnya komunikasi dalam berbisnis, tidak seperti pada masa sekarang dimana semuanya hampir sudah ada solusi yang sangat mempermudah dalam segala kebutuhan. Ambil saja sebuah contoh dengan munculnya jasa Penerjemah yang dirasa sangat membantu dalam menerjemahkan perbedaan antar bahasa.


