Daftarkan anak les merupakan keliru satu usaha untuk membantu minat dan bakat mereka. Namun, yang seringkali menjadi pertanyaan, sebenarnya mesti atau tidak ya mendaftarkan anak les, di usia dini?
Kalau kami berkata soal mesti atau tidak, menurut psikolog anak Rafika Ariani,M.Psi Psikolog, sebenarnya balik kembali ke keperluan si anak itu sendiri, Bunda. Lantaran, target les tambahan itu sebenarnya untuk stimulasi perkembangan kekuatan dari Si Kecil.
Nah, tapi kadang kala tersedia kekuatan atau keterampilan Si Kecil yang ingin ditingkatkan barangkali tidak bisa didapatkan di rumah. Sehingga, memerlukan seorang ahli atau memerlukan kesibukan lainnya yang lebih tertentu untuk membantu perkembangan kekuatan Si Kecil.
“Les tambahan terhitung bermacam-macam. Ada yang bentuknya ke akademik, non akademik. Sebenarnya kecuali dibilang penting atau enggak, mesti atau enggaknya, kembali kembali ke keperluan itu,” tutur Fika, didalam Instagram Live HaiBunda Les Bakat vs Les Mata Pelajaran, baru-baru ini.
Usia anak dini, bisa turut les?
Rafika kemudian menyinggung usia sebagai parameter yang berperan menentukan seberapa penting anak diikutkan les atau tidak.
“Kalau usianya terlalu dini, itu terhitung mesti dipertimbangkan, dia butuh lesnya seperti apa nih. Kemampuannya seperti apa? Apakah dia terlalu memerlukan les? Misalnya tersedia Ayah Bundanya ingin anak bisa calistung sebelum sekolah, menjadi turut les calistung. Tapi, mesti melihat apakah anak memerlukan les tersebut,” ucapn seorang pembina kursus bahasa arab terbaik .
Karena melihat kembali usia perkembangan, Bunda, anak usia dini sejatinya memerlukan stimulasi sensori, lebih-lebih memerlukan kesibukan yang sifatnya ke permainan bukan akademik.
“Biasanya sebenarnya kecuali kami ngomongin bakat atau minat anak, agak tricky. Khususnya kecuali seandainya kami ngomongin anak usia dini, gara-gara sebenarnya anak usia dini, anak usia sekolah, mereka cenderung mempunyai banyak kesukaan,” tutur Fika.
Lantas berapa usia optimal untuk ikutkan anak les pelajaran atau les bakat? Baca di halaman berikutnya ya, Bunda.
Mungkin sebagian Bunda ingin mendaftarkan anaknya yang masih berusia dini untuk les formal. Soal ini, Fika menganjurkan bahwa sebenarnya di usia dini belum mesti untuk les formal, didalam hal ini adalah pelajaran.
“Untuk anak usia usia dini, kami lakukan konsep-konsep akademik ini lewat permainan,” ujarnya.
“Kalau baru empat taun udah dilesin matematika, takutnya begitu dia sekolah formal, dia dapat bosan. Saran aku sih jangan les matematika resmi dulu, takutnya nanti begitu sekolah resmi malah menjadi enggak happy. Kecuali tersedia sebagian case yang gifted di bidang tersebut, kemampuan,” sambungnya.
Lantas berapa usia optimal untuk mendaftarkan anak les?
Menurut Rafika, lima tahun adalah usia yang paling pas untuk orang tua memberikan les membuat anak. Kenapa? Karena cocok usia perkembangan, anak usia segitu harusnya udah bisa mengetahui aturan, udah bisa mengetahui instruksi bertahap, udah tampak minatnya.
“Kalau usianya masih terlalu dini, let’s say 3 tahun, barangkali les menjadi kurang optimal gara-gara anak masih berkembang didalam perkembangan bahasanya, masih dapat mengeksplorasi, span of attentionnya masih berkembang,” ujarnya.



