Cara tanam melon – Melon merupakan tanaman yang termasuk di dalam suku timun – timunan. Tempat yang cocok untuk membudidayakan melon adalah di daerah dengan ketinggina 250-700 meter dpl. Apabila ketinggiannya kurang dari 250 meter, maka tanaman melon akan menghasilkan buah yang kecil. Selain itu, di dataran tinggi dengan suhu dibawah 18 derajat melon akan sulit untuk berkembang. Suhu yang cocok untuk menanam melon adalah kisaran 25-30 derajat.
Berikut ini cara tanam melon yang dapat dilakukan. Jika Anda ingin mendalami bagaimana cara budidaya melon, maka Anda dapat mengikuti pelatihan budidaya melon yang dilakukan di Yogyakarta.
Cara Tanam Melon
1. Pembibitan Tanaman Melon
Sebelum benih buah melon ditanam hal yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah dikecambahkan. Caranya adalah dengan merandam benih dengan air hangat yang dicampur dengan fungisida sesuai dosis selama 6 – 8 jam.
Setelah direndam benih tersebut ditiriskan dan ditebarkan pada kain basah atau kertas koran yang dibasahi dan dibiarkan selama 1-2 hari sampai benih tersebut berkecambah. Untuk menjaga kelembabannya dapat memercikan air secukupnya apabila terlihat kering.
Setelah itu siapkan baki persemaian dan isi menggunakan media tanam yaitu campuran tanah dengan pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 2:1. Kemudian benamkan biji melon dengan kedalaman 1-2 cm ke media tanam tadi.
Lindungi tempat persemaian dengan atap plastik bening atau sungkup agar bibit terlindungi dari terik matahari yang berlebihan dan air. Kontrol media persemaian agar terjaga kelembabannya. Lamanya waktu proses penyemaian adalah 12-14 hari atau dapat ditandai dengan tumbuhnya 2-3 helai daun.
2. Mempersiapkan Lahan dan Menanam
Untuk mengahluskan bongkahan tanah pada lahan budidaya melon sebaiknya dibajak dahulu. Kemudian membuat bandengan dengan lebar 100-120 cm, tinggi 30-50 cm, panjang 10-15 cm, dan dengan jarak antar bedengan 50-60 cm. Beri pupuk dasar berupa pupuk kompos atau kandang. Tambahkan ZA, KCI, dan Sp-36.
Campurkan pupuk tadi dan tanah di atas bedengan dan aduk rata. Serta biarkan lahan selama 2-4 hari.Selanjutnya, tutup bedengan dengan plastik mulsa hitam perak 2 hari sebelum penanaman dan buat lubang tanam di atasnya. Setiap bendengan terdiri dari 2 baris dengan jarak 60 cm dan jarak antar lubang adalah 50-60 cm.
Langkah berikutnya adalah menanam bibit disetiap lubang tanam dan siram agar tidak layu. Waktu penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari.
3. Perawatan Budidaya Melon
a. Pemasangan Ajir
Supaya menghasilkan buah yang bagus maka topang tanaman dengan ajir atau tongkat dari bilah kayu agar buah tidak bersentuhan dengan permukaan tanah dan agar terjadi penetrasi sinar matahari ke seluruh bagaian tanaman. Pemasangan ajir dilakukan sebelum tanaman melon tumbuh besar.
b. Penyiraman
Penyiraman harus diakukan dengan teratur dan hendaknya dilakukan setiap sore sampai tanaman berumur seminggu. Selanjutnya penyiraman dilakukan dua hari sekali.
c. Pemupukan Susulan
Pemupukan susulan dilakukan ketika tanaman berumur satu minggu. Pupuk yang digunakan bisa pupuk cair kimia buatan atau pupuk organik. Pupuk kimia buatan diberikan selama 6 kali. Caranya pupuk dilarutkan dengan air dan disiramkan ke tanaman.
d. Penyerbukan
Pada musim kemarau biasanya penyerbukan dilakukan oleh serangga penyerbuk, tetapi pada saat musim hujan karena serangga penyerbuk berkurang maka dilakukan penyerbukan buatan yang dilakukan setiap pagi hari. Penyerbukan dilakukan pada bunga betina saja dan yang di cabang ke-9 sampai ke-13.
Dalam satu pohon setidaknya bisa ditumbuhkan 3-4 calon buah dan diseleksi sehingga buah yang dirawat sampai panen cukup 1-2 saja per pohon, tetapi apabila buahnya berukuran besar, cukup satu buah saja per pohon.
e. Hama dan Penyakit
Budidaya melon di daerah tropis cukup rentan dengan serangan penyakit atau hama. Untuk menghindari serangan penyakit dan hama tersebut dapat dilakukan kultur teknis yaitu seperti pemupukan berimbang dan rotasi tanaman. Apabila sudah terserang penyakit atau hama maka semprot dengan pestisida yang sesuai dan dilakukan sesuai dengan dosis yang dianjurkan.
3. Pemanenan
Melon siap dipanen apabila telah berumur 3 bulan dan memiliki ciri – ciri untuk jenis reticalatus adalah serat jala tampak jelas dan kasar, pada permukaan kulit disekitar tangkai retak – retak, warna kulitnya hijau kekuningan dan mengeluarkan aroma.
Buah melon dipetik pada saat tingkat kematangannya 90% agar waktu distribusi dapat lebih lama. Pemetikan diakukan dengan memotong tangai dengan gunting / pisau. Tangkau yang dipotong berbentuk T dan bagian yang dipotong adalah yang mengarah ke daun bukan buah. Sebaiknya pemanenan dilakukan dipagi hari dan bertahap serta memilih buah yang benar – benar siap untuk dipanen.
Nah, itulah cara tanam melon yang mudah dan dapat Anda praktikkan. Semoga dapat bermanfaat.
Terimakasih.



