Struktur SEO konten web yang baik memudahkan pengguna dalam bernavigasi dan juga baik untuk SEO. Sebaliknya, tanpa struktur yang baik, website Kamu akan terlihat berantakan dan sulit dinavigasi. Google juga akan kesulitan membedakan konten mana yang penting dan mana yang tidak.

Struktur website yang baik membuat berbagai halaman di website Kamu saling terhubung. Dengan begitu, pengunjung dapat merasakan pengalaman pengguna yang baik. Karena pengunjung dapat dengan mudah menemukan informasi yang dibutuhkannya.

Di artikel ini kami akan menjelaskan semuanya. Jadi, Kamu memiliki peluang lebih besar untuk berada di peringkat teratas mesin pencari. Oke, mari kita mulai pembahasannya!

 

 

Bagaimana Cara Membuat Struktur SEO Konten Web

struktur seo konten web

1. Buatlah Rencana

Coba tuliskan semua ide konten yang ingin Kamu sertakan di situs web Kamu. Kemudian, kelompokkan semua konten ke dalam kategori yang lebih umum. Kemudian susun semuanya agar saling berhubungan.

2. Perhatikan Link Halaman

Beranda berada di bagian atas struktur situs web. Artinya homepage merupakan halaman pertama yang diakses pengunjung sebelum menuju ke halaman lainnya. Itu sebabnya Kamu perlu menautkan beberapa tautan halaman terpenting ke berKamu. Dengan begitu, akan besar peluang yang kamu dapatkan untuk mendapatkan pengunjung. Mereka juga akan lebih mudah dalam mencari informasi.

3. Buat Navigasi yang Jelas

Untuk memiliki berKamu yang terstruktur dengan baik, Kamu perlu membuat navigasi yang jelas. Ada dua jenis navigasi yang bisa Kamu tambahkan pada website Kamu, yaitu menu dan breadcrumbs.

  • Menu
    Menu merupakan elemen navigasi utama pada website. Biasanya menu utama ditempatkan di bagian atas halaman berKamu. Tepatnya di sebelah logo atau nama website. Banyak orang yang menggunakan menu untuk menampilkan halaman kategori yang sesuai dengan kategori konten. Selain itu, menu juga dapat digunakan untuk menghubungkan ke halaman arahan atau halaman kontak.
  • Breadcrumbs
    Breadcrumbs merupakan navigasi tambahan pada sebuah website. Navigasi ini berbentuk teks berisi link dan biasanya berada di atas judul halaman.

4. Gunakan Taksonomi

Agar navigasi Kamu lebih terorganisir, coba gunakan sistem taksonomi di WordPress atau CMS lainnya. Taksonomi digunakan untuk mengelompokkan konten berdasarkan kategori atau tag. Jadi, pengunjung bisa lebih mudah menemukan artikel lain dengan topik yang sama.

5. Tambahkan Internal Link

Mungkin Kamu mulai memahami bahwa struktur website berkaitan dengan kategorisasi konten dan tautan ke konten terkait. Oleh karena itu, sekaranglah waktunya mempelajari cara menggunakan internal link.

Tautan internal adalah istilah untuk menghubungkan konten di website Kamu. Tautan internal ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Dua halaman yang ditautkan harus memiliki topik terkait.

Struktur website yang baik akan meningkatkan reputasi website Kamu di mata Google dan pengunjung. Karena itulah tak ada salahnya mengeluarkan tenaga lebih untuk memperhatikan hal yang satu ini. Baik ketika Kamu baru mulai membuat website atau ketika Kamu ingin menata ulang struktur website yang sudah Kamu jalankan.

6. Kelola Struktur Situs Web kamu

Bahkan setelah struktur situs web kamu dibuat, tugas kamu tidak langsung selesai. kamu tetap harus melakukan perawatan. kamu harus terus memperhatikan struktur website, ketika menambahkan konten baru.

Dengan kata lain, arsitektur situs web adalah bagian dari strategi SEO jangka panjang kamu. Gunakan jasa penulisan artikel SEO untuk mengelola struktur situs web, kamu perlu melakukan hal-hal berikut:

1. Audit Konten

Audit konten berarti jika kamu memiliki artikel yang sudah ketinggalan zaman, kamu harus memperbaruinya dan menerbitkannya kembali. Misalnya, jika ada artikel yang belum pernah dikunjungi, kamu bisa mempertimbangkan untuk menghapusnya saja. Namun ingat, jangan menghapus halaman atau artikel sembarangan!

Sebab, jika Google tidak dapat menemukan halaman tersebut karena telah dihapus, maka pengguna kamu akan mendapatkan halaman error 404. Kalau sudah begitu, SEO websitenya akan buruk.

2. Hindari Keyword yang Sama

Situs web kamu akan berisi banyak konten. Mulai dari topik yang luas hingga yang spesifik. Jadi kamu harus berhati-hati dengan kata kunci yang sama atau sangat mirip saat menambahkan konten. Jika tidak, kamu bisa kehilangan peringkat kamu di Google.

Itu karena kamu bersaing dengan artikel di website kamu sendiri. Oleh karena itu, perlu dilakukan riset terhadap performa konten kamu. Jadi, kamu tahu apa yang harus dilakukan. Misalnya apakah perlu menggabungkan konten dengan kata kunci yang sama atau melakukan redirect.

3. Periksa Taksonomi

Memeriksa taksonomi website adalah salah satu cara untuk mengelola struktur website. Coba periksa kembali apakah susunan kategori dan subkategori website kamu masih sesuai dengan konten yang dibuat.

Misalnya, ada satu kategori yang kontennya lebih banyak dibandingkan kategori lainnya. Itu berarti kamu mungkin perlu membuat kategori baru. Sebaliknya jika ada kategori yang hanya berisi beberapa halaman, lebih baik kategori tersebut dihapus saja. kamu juga dapat memilih untuk memindahkan halaman dan menggabungkannya ke dalam kategori lain.

Lalu, jika kamu membuat peta situs HTML secara manual, coba perbarui peta situs tersebut setelah mengubah struktur situs kamu. Namun, jika kamu memiliki peta situs XML, kirimkan kembali peta situs tersebut ke Google Console.

Pada artikel ini, Kamu bisa mendapatkan informasi super lengkap tentang struktur website SEO, gunakan juga jasa penulisan artikel SEO. Semoga informasi ini bermanfaat. Semoga berhasil dan semoga berhasil!