Dalam artikel kali ini, kita akan membahas tentang konsep pra purnabakti. Ada beberapa aspek yang perlu dipersiapkan dalam masa pra purnabakti, yaitu aspek finansial, aspek non finansial, aspek kesehatan, dan aspek wirausaha. Berikut ini adalah penjelasan lebih lanjut tentang masing-masing aspek tersebut.

Konsep Pra Purnabakti

1. Aspek Finansial

Aspek finansial adalah aspek yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan setelah pensiun. Hal ini sangat penting karena penghasilan yang diterima setelah pensiun biasanya menurun atau berubah sumbernya.

Oleh karena itu, para pegawai pra purnabakti perlu merencanakan keuangan mereka dengan baik, seperti menentukan anggaran, menabung, berinvestasi, mengelola hutang, dan mengatur asuransi.

Selain itu, para pegawai pra purnabakti juga perlu mempertimbangkan sumber pendapatan lain yang dapat mereka peroleh setelah pensiun, seperti pensiun, tabungan, investasi, bisnis, atau pekerjaan paruh waktu.

2. Aspek Non Finansial

Aspek non finansial adalah aspek yang berkaitan dengan perubahan sikap dan pola pikir setelah pensiun. Hal ini juga sangat penting karena pensiun merupakan perubahan besar dalam hidup yang dapat mempengaruhi emosi, mental, dan sosial seseorang.

Oleh karena itu, para pegawai pra purnabakti perlu melakukan mental switching, yaitu perubahan sikap dan pola pikir yang positif dan adaptif terhadap situasi baru.  Beberapa hal yang dapat dilakukan dalam mental switching adalah sebagai berikut:

  • Motion to emotion, yaitu melakukan gerak tubuh yang dapat mempengaruhi emosi perasaan, seperti tersenyum, berolahraga, atau bermeditasi.
  • Word is power, yaitu menggunakan kata-kata yang positif dan afirmatif, seperti berdoa, bersyukur, atau memberi motivasi.
  • Switch mental fokus, yaitu memindahkan fokus dari ekspektasi ke apresiasi, yaitu menghargai apa yang sudah dicapai dan dimiliki, bukan mengeluh atau menyesali apa yang belum atau tidak bisa dilakukan.

3. Aspek Kesehatan

Aspek kesehatan adalah aspek yang berkaitan dengan kondisi fisik dan mental setelah pensiun. Hal ini juga sangat penting karena kesehatan adalah, modal utama untuk menjalani hidup yang berkualitas.

Oleh karena itu, para pegawai pra purnabakti perlu menjaga kesehatan mereka dengan baik, seperti mengatur pola makan, berolahraga secara teratur, istirahat yang cukup, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Selain itu, para pegawai pra purnabakti juga perlu menjaga kesehatan mental mereka dengan baik, seperti menghindari stres, bergaul dengan orang-orang positif, melakukan hobi, atau belajar hal-hal baru.

4. Aspek Wirausaha

Aspek wirausaha adalah aspek yang berkaitan dengan peluang usaha yang dapat dilakukan setelah pensiun. Hal ini juga sangat penting karena usaha dapat menjadi sumber pendapatan, pengembangan diri, dan pengabdian bagi masyarakat.

Oleh karena itu, para pegawai pra purnabakti perlu menumbuhkan dan mengembangkan jiwa wirausahawan mereka, seperti memiliki visi, misi, dan tujuan yang jelas, berani mengambil risiko, kreatif dan inovatif, serta berorientasi pada pelanggan.

Selain itu, para pegawai pra purnabakti juga perlu memiliki wawasan dan kecakapan dalam memilih investasi yang sesuai dengan minat, kemampuan, dan modal yang dimiliki.

Anda juga bisa mengikuti pelatihan pra purna bakti, pelatihan pra purna bakti adalah, kesempatan untuk mempersiapkan diri menghadapi masa pensiun dengan lebih baik. Anda akan belajar tentang kesehatan, keuangan, dan kewirausahaan yang sesuai dengan minat dan bakat.

Anda tidak perlu khawatir dengan masa pensiun yang akan datang. Pelatihan pra purna bakti akan membekali Anda dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjalani hidup yang produktif dan bahagia. Anda akan mendapatkan inspirasi dan motivasi dari para narasumber dan komunitas yang ada.

Kesimpulan

Konsep pra purnabakti adalah konsep yang menggambarkan masa persiapan sebelum memasuki masa purnabakti atau pensiun. Ada empat aspek yang perlu dipersiapkan dalam masa pra purnabakti, yaitu aspek finansial, aspek non finansial, aspek kesehatan, dan aspek wirausaha.