Terdapat tujuh prinsip dasar yang diwadahi dalam desain interior
- Unity and Harmony
Yaitu suatu ruangan dianggap sebagai suatu kesatuan dimana semua elemen yang ada saling melengkapi dan berkesinambungan satu dengan yang lainnya sehingga menghasilkan komposisi yang seimbang.
- Keseimbangan
Keseimbangan berarti tidak “berat” sebelah. Tidak terlalu condong ke sisi sebelah kanan atau kiri atau atas dan sebagainya. Segala sesuatu yang seimbang akan menciptakan unity dan harmony.
Keseimbangan dibagi menjadi 3 yaitu:
- Keseimbangan Simetris: Keseimbangan simetris terjadi apabila berat visual dari elemen-elemen desain terbagi secara merata baik dari segi horizontal maupun vertikal. Gaya ini mengandalkan keseimbangan berupa dua elemen yang mirip dari dua sisi yang berbeda
- Keseimbangan Asimetris: Keseimbangan asimetris terjadi ketika berat visual dari elemen desain tidak merata di poros tengah halaman. Gaya ini mengandalkan permainan visual seperti skala, kontras, warna untuk mencapai keseimbangan dengan tidak beraturan
- Keseimbangan Radial: Adalah ketika semua elemen desain tersusun dan berpusat di tengah. Misalnya: Tangga berbentuk spiral
- Vocal Point
Vocal Point disini maksudnya adalah aksen yang menjadi daya tarik ruangan. Bisa satu atau lebih. Misalnya vocal point pada ruangan adalah jendela besar yang ada di ruangan, perapian atau bisa juga lukisan. Pemberian warna atau detail dan bentuk tertentu juga dapat dijadikan sebagai vocal point
- Ritme
Dalam desain interior, ritme adalah semua pola pengulangan tentang visual. Ritme didefinisikan sebagai kontinuitas atau pergerakan terorganisir
- Detail
Detail pada desain interior mencakup segala kelengkapan yang ada pada ruangan. Mulai dari furnitur utama, furnitur tambahan, hingga furnitur artifisial. Detail-detail tersebut juga berpengaruh besar terhadap suasana ruang yang tercipta
- Skala dan Proporsi
Kedua prinsip desain yang berjalan beriringan, karena keduanya berhubungan dengan ukuran dan bentuk. Skala dan proporsi disini berpengaruh terhadap tingkat kenyamanan pengguna ruang yang berada di dalam ruangan
- Warna
Warna pada desain interior berpengaruh terhadap mood dan suasana ruang. Warna-warna yang lembut akan cenderung menciptakan suasana ruang yang menenangkan, sedangkan warna-warna cerah akan memberikan suasana ruang yang menyegarkan
Sejauh ini, sudah terlihat bukan, kenapa desain interior acapkali dikaitkan dengan kitchen set, tirai, bahan sofa, atau pemilihan bunga di meja makan? Sesungguhnya baik itu kitchen set, tirai, bahan kain sofa, dan bahkan bunga di atas meja makan memang menjadi bagian-bagian kecil dalam ruang lingkup desain interior.
Hanya saja, hal-hal tersebut adalah bagian kecil dari sebuah tanggung jawab besar dari profesi yang harus meningkatkan kualitas hidup manusia melalui tatanan ruang.
Dekorasi interior secara umum terkait dengan pelapisan elemen interior yaitu pelapisan lantai, dinding maupun perabotannya serta penataan perabot berikut aksesorinya. Tidak ada peraturan pemerintah yang mengatur pekerjaan dekorator dan tidak diperlukan persyaratan pendidikan formal, bahkan setiap orang yang memiliki bakat dan minat dapat belajar sendiri melalui majalah atau media lain untuk menjadi dekorator interior.
Sementara itu, interior design memiliki bidang yang lebih luas dan khusus dengan tanggung jawab yang lebih besar meliputi perancangan furnitur, memilih bahan, menetapkan konstruksi, menentukan warna, merencanakan tata letak ruang dengan pertimbangan aksesibilitas dan lain-lain yang semuanya didasarkan atas pertimbangan fungsional, keamanan, kenyamanan, dan keindahan.



