cara membuat pupuk dari sabut kelapa yg kandungan unsur haranya lebih berdasarkan satu unsur. Pada umumnya pupuk cair organik nir Mengganggu tanah & flora meskipun dipakai sesering mungkin.

Salah satu pupuk organik (POC) yg gampang dibentuk & bahan bakunya gampang juga pada temukan disekitar kita merupakan POC berdasarkan rendaman sabut kelapa. Tnaman kelapa merupakan flora multi fungsi menggunakan banyak sekali manfaat dan khasiat yg dikandungnya. Baik bagi insan maupaun flora lainnya.

Bagian kelap yg poly kita lihat pada lapangan hanya sebagai limbah saja diantaranya sabut kelapa. mesin pengurai Sabut kelapa selain bisa diolah sebagai kerajinan rumahan mampu juga diolah sebagai pupuk organik cair.

Sebagai pupuk organic cair

rendaman sabut kelapa memiliki banyak manfaat bagi tanaman terutama kandungan Kalium (K) dan Fosfor (P) yang sangat tinggi, membantu meningkatkan pengisian dan berat rendemen pada gabah juga membuat tanaman lebih tahan rebah selain itu juga berfungsi diantaranya :

  • Berfungsi jua menjadi katalisator pada hal reaksi-reaksi biokimia pada jaringan flora
  • Sangat berperan pada pembentukan karbohidrat & lemak
  • Tanaman lebih tahan atau adaptif terhadap kekeringan
  • Meningkatkan daya tahan terhadap agresi hama & penyakit
  • Akar sebagai poly & semakin luas pertumbuhannya
  • Meningkatkan output flora lantaran daun, bunga & butir nir gampang rontok
  • Kualitas output flora terutama butir sebagai lebih baik. Bahkan, rasa butir lebih manis.

Adapun alat dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat POC dari sabut kelapa yaitu :

  1. Drum/tong air/jerigen yang memiliki penutup
  2. Pisau/parang
  3. Sabut kelapa 1 kg
  4. Air 100 liter
  5. Gula merah 100g
  6. EM-4 100ml(1tutup botol=15ml)

CARA MEMBUAT POC DARI SABUT KELAPA

cara membuat pupuk dari sabut kelapa

  • Pisahkan sabut kelapa berdasarkan buahnya. Uraikan sabut yg masih saling merekat kemudian tambahkan ke pada wadah.
  • Larutkan gula merah menggunakan 10 liter air pada wadah terpisah.
  • Campurkan EM4 ke pada larutan gula merah.
  • Tuangkan adonan tadi ke wadah berisi sabut kelapa, lalu tutup rapat.
  • Buka tutup ember setiap pagi selama beberapa dtk buat membuang gas yg timbul.
  • Jauhkan & simpan pada loka yg nir terpapar sinar mentari . Biarkan selama dua minggu.

Pada hari ke-15, buka penutupnya. Amati perubahan warna. Jika warnanya air rendaman itu sudah berubah menjadi kecoklatan agak kehitaman atau kuning gelap dan beraroma tape, pertanda pupuk organik cair (POC) sudah jadi dan siap untuk diaplikasi ke

CARA APLIKASI PEMUPUKAN POC SABUT KELAPA

  • Aplikasi pada akar, cukup campurkan larutan POC dengan air bersih pada perbandingan 1:3. Kucurkan pada tanaman dengan dosis kurang lebih 2 ml per tanaman satu minggu sekali.
  • Aplikasi pada daun, campurkan larutan POC dan air bersih dengan perbandingan 1:5 dan langsung semprotkan pada bagian daun dan batang tanaman satu minggu sekali
  • Pemberian untuk tanaman padi baik digunakan pada umur tanaman sedang masa generatif karena akan memberikan kebutuhan unsur hara kalium (K) untuk pengisian bulir padi
  • POC sabut kelapa ini sangat baik diberikan pada umur tanaman masih dalam penyemaian agar merangsang perakaran dan batang tanaman
  • Pupuk tanaman dengan POC baik dilakukan seminggu sekali

BAHAN DAN ALAT

  • mesin pengurai Sabut kelapa berdasarkan lima butir kelapa yg sudah dibersihkan berdasarkan zat taninnya menggunakan cara dibiarkan terkena hujan & mentari selama beberapa hari, atau direndam semalaman kemudian buang airnya.
  • Starter (dekomposer), mampu menggunakan EM4 Pertanian (effective microorganisme 4) atau MOL (mikroorganisme lokal).
  • 1 ons gula merah, gula pasir atau molase, menjadi asal energi/kuliner bagi bakteri.
  • 10 liter air higienis.
  • Ember kapasitas 20 liter yg mempunyai tutup atau bisa ditutup rapat.

TAHAP PEMBUATAN

Cincang atau cincang batok kelapa kecil-kecil, masukkan batok kelapa yang telah dicacah ke dalam ember berukuran 20 liter hingga 3/4 penuh.

Lelehkan gula merah dengan cara dihaluskan/diremas hingga mudah larut lalu tambahkan 1 gelas air, aduk hingga larut. Tambahkan cairan gula merah ke dalam 10 liter air, aduk hingga benar-benar larut.

Tambahkan juga starter seperti EM4 hingga 5-6 tutup botol atau jika menggunakan MOL 300ml sebagai dispersan, aduk kembali hingga adonan tercampur rata. Diamkan air fermentasi dan gula selama kurang lebih 20 menit agar bakteri pendegradasi EM4 inaktif/tidak aktif kembali bekerja. Tuangkan larutan disintegrasi ke dalam ember berisi kelapa parut dan aduk hingga merata.

Tutup ember dengan rapat, ikat dengan selotip sehingga benar-benar kedap udara, biarkan selama 3 minggu atau sekitar 21 hari dan buat lubang dengan diameter 1 cm untuk mengalirkan gas fermentasi dan tutupi dengan saluran. Pita perekat untuk membukanya sebentar setiap hari, karena membuka tutupnya akan mengganggu.