Teknik budidaya tanaman Jagung merupakan salah satu bahan baku utama tanaman pangan yang ditanam di lahan kering pada musim hujan. Salah satu ciri tanaman jagung adalah mudah tumbuh di berbagai jenis tanah dan memiliki daya adaptasi yang baik, sehingga tanaman jagung dapat tumbuh di dataran rendah, tengah dan dataran tinggi.
Tidak heran budidaya jagung tersebar di seluruh Indonesia. Namun kenyataannya, produksi jagung nasional masih belum mencukupi kebutuhan, sehingga Indonesia terus mengimpor jagung dalam jumlah besar setiap tahunnya.
Peningkatan produksi jagung nasional dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti perluasan areal, perbaikan teknik budidaya dan penggunaan varietas unggul. Teknik budidaya jagung dapat dilakukan dengan sistem olah tanah total (OTS), olah tanah minimal (OTM), dan tanpa olah tanah (TOT).
Di lahan Kabupaten Buton Tengah yang umumnya kering dan berbatu, sistem budidaya jagung yang paling cocok adalah Tanpa Olah Raga (TOT). Dengan sistem pertanian jagung tanpa olah tanah (TOT), lahan tidak perlu dibajak/dipupuk.
Saat mengolah tanah dengan sistem TOT, lubang tanam hanya dibuat lubang tanam dengan pohon atau cangkul. Sistem TOT untuk menanam jagung dapat menekan biaya produksi seminimal mungkin sehingga membuka peluang keuntungan yang lebih tinggi.
teknik budidaya tanaman jagung
Persiapan Lahan
Penyiapan lahan untuk menanam jagung tanpa olah tanah yang biasa dilakukan adalah dengan penyemprotan herbisida glifosat. Di tanah yang rerumputannya terlalu tinggi. maka harus dipotong terlebih dahulu. Namun, jika gulma masih tumbuh terlalu pendek, bisa langsung disemprot herbisida. Penyemprotan dilakukan 1 minggu sebelum tanam sebanyak 2 liter per hektar.
Persiapan Benih

jika ingin menghasilkan jagung berkualitas tinggi, gunakan benih unggul dengan kemampuan tumbuh minimal 90° dan vigor yang cukup. Benih berkualitas diperlukan untuk mendorong keseragaman dan laju pertumbuhan.
Benih jagung tingkat fisiologis mentolerir kondisi biofisik yang kurang optimal dengan lebih baik dan menggunakan pupuk dan nutrisi di dalam tanah dengan lebih efisien. Kebutuhan benih jagung per hektar adalah 15 kg.
Seminggu setelah tanah disemprot herbisida, benih jagung bisa langsung disemai. Penanaman dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan melubangi tanah dengan sistem runcing (spiking) dan kerang, yaitu. H. dengan penyiangan hanya pada lubang tanam sebagai tempat meletakkan benih jagung.
Benih jagung disemai sebanyak 2 biji per lubang tanam dengan jarak 75-80 cm x 40-50 cm. Lubang tanam kemudian ditutup dengan tanah, kompos atau pupuk kandang untuk mencegah hama seperti burung memakan benih.
Pupuk Dasar
Pupuk dasarnya adalah pupuk kandang atau kompos yang jumlahnya mencapai 1,5-2 ton per hektar. Pemupukan dilakukan dengan menyemai benih pada lubang tanam setelah penanaman benih. dengan dosis 1 genggam per lubang. Pupuk kandang juga berfungsi sebagai penutup benih jagung agar cepat tumbuh dan mencegah benih jagung dimakan hama/burung.
Pupuk Susulan Pertama
Pemupukan tambahan pertama tanaman jagung pada umur 14 hari setelah tanam. Pemupukan dilakukan setelah penyiangan. Jenis pupuk
yang digunakan untuk pemupukan pertama selanjutnya adalah :
Urea, SP-36 dan KCl. Jumlah per hektar adalah:
Urea 100 kg, SP-36 75 kg dan KCl 12,5 kg. Pemupukan dilakukan dengan cara menaburkan pupuk di sekeliling tanaman jagung dengan jarak 10 cm dari pangkal batang.
Pupuk Susulan kedua.
Dua tanaman jagung diberi makan 4-5 minggu setelah tanam. Pemupukan dilakukan dengan cara disemai di sekitar batang tanaman dengan jarak 15 cm dari pangkal batang, sebelumnya dilakukan penyiangan. Jenis dan jumlah pupuk yang digunakan adalah:
Urea 200 kg/ha dan KCl 12,5 kg/ha.
Merawat tanaman jagung meliputi:Penyiangan, penumpukan/pengosongan dan penyiraman.
Penyiangan
Biasanya penyiangan jagung dilakukan dua kali dalam satu musim atau disesuaikan dengan kondisi gulma di lapangan. Penyiangan pertama dilakukan 14 hari setelah tanam sebelum pemupukan tambahan pertama. Penyiangan kedua dilakukan bersamaan dengan pemupukan kedua, yaitu dilakukan 4-5 minggu setelah tanam.
Pembubunan
Penumbukan atau penjemuran tanaman jagung mengangkat tanah hingga menutupi pangkal batang dan daerah perakaran tanaman jagung, sehingga kuat dan tidak mudah roboh saat dipupuk. Pembubuna juga digunakan untuk menutupi kotoran agar tidak tergenang air hujan atau sinar matahari dari penguapan.
Pengairan/ penyiraman tanaman jagung.
Tanaman jagung disiram atau disiram sesuai kebutuhan yaitu jika tidak turun hujan dalam beberapa hari, saat tanah mengering dan tanaman layu.jika ingin mengolah hasil tanaman jagung bisa menggunakan mesin pemipil jagung



