Kalimantan kaya bersama dengan hutan tropisnya, tetapi pesisir pantai di pulau yang tertangani garis khatulistiwa ini tak sanggup dipungkiri keindahannya. Ada sebuah kampung yang berada di pesisir timur Kalimantan, kabupaten Berau, namanya Biduk-Biduk.

Jarak Kampung Biduk-Biduk ke ibu kota kecamatan adalah kira-kira 3 km atau sanggup ditempuh sepanjang 10 menit perjalanan darat bersama dengan menggunakan rental mobil balikpapan atau sepeda motor, tetapi jarak ke ibu kota kabupaten adalah kira-kira 280 km atau sanggup ditempuh sepanjang 7 jam perjalanan darat bersama dengan menggunakan mobil atau sepeda motor. Tipologi kampung adalah jenis kampung pantai atau pesisir atau kepulauan.

Berpelesir ke Biduk-Biduk paling cepat menggunakan pesawat udara dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (dulu dikenal bersama dengan Bandara Sepinggan) di Balikpapan menuju Bandara Kalimarau di Tanjung Redeb (ibu kota Kabupaten Berau). Meski terbayang amat jauh, kampung Biduk-Biduk miliki panorama yang amat menakjubkan. Ada beberapa pantai yang menyuguhkan panorama indah, keliru satunya pantai Biduk-Biduk.

Pantai Biduk-Biduk merupakan pantai bersama dengan pasir putih dan air laut biru jernih. Suasananya tetap amat asri dan tetap jarang pula orang berkunjung kesini.

Bila beruntung, selagi berkunjung ke pantai ini, akan mulai layaknya pantai pribadi. Meski sepi, tetap sanggup ditemukan beberapa warung yang menjual makanan, sehingga pengunjung akan aman dari rasa lapar. Ada keliru satu fakta unik dari warga Biduk-Biduk. Dengan desa yang berada di pesisir pantai, warga Biduk-Biduk justru 70 persennya bermata pencaharian sebagai petani.

 

Pasir putih Biduk-Biduk berasal dari terumbu-terumbu karang, selagi berlangsung dipesisir pantai ini sebaiknya menggunakan alas kaki bersifat sendal sehingga bebas bergerak tetapi kaki selamanya terlindungi. Dari pantai Biduk-Biduk, pengunjung sanggup menikmati segera panorama laut Sulawesi dan semilir angin yang menyejukan. Jajaran pohon kelapa di sepanjang pesisir pantai pun membuat betah tiap pengunjung yang datang, rasanya idamkan berlama-lama cuma untuk hanya bersantai.

Untuk sanggup menginap di sini, lumayan enteng memperoleh penginapan. Salah satu jalan yang miliki banyak penginapan adalah jalan belimbing. Harganya beragam, dimulai dari 80 ribu rupiah saja. Cuaca di pantai Biduk-Biduk ini terhitung tidak amat ekstrim. Saat siang pengunjung tidak akan amat merasakan terik, selagi malampun tidak akan mulai amat dingin.

Selain menikmati panorama alam yang indah dan menengkan, beberapa perihal yang sanggup ditunaikan di pantai Biduk-Biduk ini adalah menaiki sampan, bermain air dan berkemah di tepian pantai. Di Biduk-Biduk sendiri listrik tetap menyala cuma malam hari, sehingga tersedia baiknya melakukan pengisian baterai gadget dimulai pukul 18.00 malam sampai 06.00 pagi.

Suasana pantai Biduk-Biduk yang tetap amat asri sanggup dijadikan daerah hunting foto untuk para penggemar fotografi. Bila idamkan menjadikannya peristiwa yang abadi layaknya pra-wedding atau post-wedding pun amat sangat mungkin tanpa harus mengamankan wilayah layaknya dilokasi-lokasi wisata yang lain yang udah padat pengunjung.