Tahukah bahwa WordPress merupakan CMS yang rutin melakukan pembaruan? Pembaruan ini berfungsi untuk maintenance agar suatu website tetap menjalankan fungsinya dengan baik. Cara melakukan maintenance website ada bermacam macam.
Hanya membuat website memang mudah. Namun, hanya tau cara membuat saja tidak cukup, anda perlu memaintenance website tersebut. Maintenance website adalah tindakan untuk memastikan komponen di dalam website masih berjalan sesuai dengan fungsi dan kebutuhannya.
Sama layaknya merawat rumah sendiri, pemeliharaan website merupakan hal yang perlu dilakukan secara berkala. Jenis maintenance website berdasarkan periodenya dibagi menjadi tiga, yaitu :
- Maintenance Mingguan
- Maintenance Bulanan
- Maintenance Tiap Kuartal
Kali ini kita akan fokus ke maintenance mingguan
Cara Melakukan Maintenance Website

Kebutuhan tiap orang dalam membuat website memang berbeda-beda. Namun disamping kebutuhan pemilik website itu variatif, semuanya sama-sama membutuhkan pemeliharaan.
Anda juga bisa membaca : Strategi Website Marketing Demi Keberhasilan Usaha
Maintenance Mingguan
Pemeliharaan website sebaiknya dilakukan dalam periode tertentu dan terjadwal. Jangan sekali dalam setahun, atau bahkan tidak pernah sama sekali.
Hal itu dilakukan untuk pencegahan masalah yang bisa menumpuk karena Anda tidak pernah memonitor website Anda.
1. Pastikan Seluruh Halaman dan Tautan Masih Berjalan dengan Semestinya
Bagaimana jika saat anda mengakses suatu website dan pertama kali yang anda lihat adalah halaman yang rusak? Mungkin kalimat yang tercetus dalam pikiran anda adalah “Tidak profesional sekali pengelola website ini!”
Tentunya Anda tidak ingin mengecewakan pengunjung website Anda. Karena itu, lakukan pemeriksaan untuk halaman dan tautan website secara mingguan.
Pastikan semua halaman website anda untuk menampilkan informasi yang seharusnya. Bagaimana caranya?
- Download dan Install plugin Broken Link Checker untuk memeriksa tautan halaman yang rusak.
- Lakukan setting pada plugin Broken Link Checker.
- Hapus atau perbaiki URL yang rusak tersebut.
2. Periksa Seluruh Update pada Komponen Website
Hal krusial yang sering terlupakan oleh pemilik website adalah mengupdate seluruh komponen website. Mereka, atau bahkan Anda, terkadang mengira website akan baik- baik saja walau tidak di-update.
Jika Anda berpikir website tetap aman meski tanpa pembaruan, jangan heran jika tiba-tiba malware menyerang. Bukan hanya malware, tapi juga berbagai gangguan yang merugikan website Anda.
Mungkin, efek dari pembaruan itu tidak terlihat dan tidak terasa bagi Anda. Sehingga kesannya, itu hanya terkesan remeh.
Namun tetap, yang namanya pembaruan, meski kecil akan membuat komponen website bekerja lebih maksimal. Karena itulah, lebih rajin untuk memeriksa notifikasi update Anda.
3. Hapus Seluruh Komentar yang Bersifat Spam
Jika anda berpikir, mungkin komentar spam hanyalah komentar-komentar yang tidak relevan dengan isi konten. Alhasil Anda menganggap komentar spam itu hanya hal sepele, lalu Anda memilih membiarkan mereka mengisi halaman komentar Anda.
Sayangnya, komentar spam tidak sesederhana yang anda pikirkan. Mengabaikannya adalah salah satu langkah yang tidak tepat. Orang jahat bisa bersembunyi di balik komentar spam itu untuk menggiring pengunjung website menuju halaman berbahaya.
Mudah saja, mereka tinggal meletakkan umpan link pada kolom komentar Anda. Dan tinggal menunggu kail itu disambut pengunjung atau bahkan Anda sendiri.
Selain itu, dengan membiarkan komentar spam terpampang pada website Anda akan memberikan kesan ke pengunjung bahwa Anda terlalu cuek. Jadi, sering seringlah menghapus seluruh komentar spam yang ada pada website Anda.
Begitulah bagaimana cara melakukan maintenance untuk website secara mingguan.



