manfaat kompos jerami padi untuk meningkatkan kesuburan tanah

manfaat kompos jerami padi

manfaat kompos jerami padi dapat dipertahankan dengan memanfaatkan limbah pertanian di sekitar kita, khususnya jerami padi. Jerami padi merupakan bahan lokal potensial yang dapat diolah menjadi pupuk organik dan kompos. Pada saat panen, limbah ini sangat tinggi dan belum dimanfaatkan secara maksimal. Seperti diketahui, pupuk organik memperbaiki struktur tanah,

mengurangi erosi, menahan pemadatan, menaikkan pH, mengatur dan menstabilkannya, menjamin kesehatan tanah, dan mengurangi perkembangan penyakit tanaman.

Menurut Tirtoutomo dkk (2001), penggunaan jerami padi menggantikan penggunaan pupuk kimia. Nutrisi dalam jerami pada saat panen tergantung pada kesuburan tanah, kualitas dan kuantitas air irigasi, jumlah pupuk dan musim/iklim.

Wen (1984) menemukan bahwa jerami padi Cina mengandung 0,6% N. 0,09% P; Ponnamperuna (1984) memperkirakan rata-rata kandungan nutrisi jerami dari berbagai negara sebesar 0,57% N. 0,07% P; 1,5% K; dan 3,0 Si.

Berdasarkan hasil penelitian Octis (2013) tentang aplikasi kompos jerami pada kedelai, aplikasi kompos jerami padi dapat meningkatkan jumlah bintil. Kedelai yang diberi kompos jerami padi memiliki umbi yang lebih banyak daripada kedelai yang tidak diberi kompos jerami padi. Menambahkan bahan organik meningkatkan porositas tanah dan meningkatkan keseimbangan antara udara dan kelembaban tanah.

Waktu terbaik untuk membuat kompos adalah setelah panen, mulai dari penyiapan benih hingga sebelum disemai. Setelah kompos matang dalam waktu sekitar satu bulan, segera disebarkan di sawah bersama dengan penanaman.

Cara Membuat Pupuk dari Jerami Padi

  1. Cara Membuat Pupuk dari Jerami Padi
  2. Jerami padi paling baik diolah atau dikomposkan di sawah atau tempat panen jerami.
  3. Kompos untuk penyiapan benih segera setelah panen atau sebelum tanam.
  4. Setelah kompos matang (kurang lebih satu bulan), dapat langsung diaplikasikan ke sawah bersamaan dengan penyiapan lahan.
  5. Pastikan situs Anda berada di dekat mata air, karena tugas ini membutuhkan banyak air.Persiapan alat dan bahan yang digunakan:

    1.Jerami padi juga dapat dicampur dengan limbah pertanian lainnya seperti sisa daun, rerumputan dan sisa tanaman lainnya.
    2.Jangan menggunakan batang bambu, ranting, kayu atau tulang ikan. Meski organik, bahan-bahan ini terkenal sulit diproses.
    3.Sabit / Golok
    4.Bentuk bambu berbentuk pagar.
    5.Bentuk ini dibuat seperti pagar, dengan empat bagian, masing-masing dua bagian 2 x 1 dan 1 x 1.
    6.Dua ember atau wadah untuk menyimpan air dan menyiram aktivator
    7.Air secukupnya
    8.Pengaktif Pengomposan
    9.Tali
    10.Penutup plastik/terpal multifungsi 2 m

Metode Pembuatan sebagai berikut :

  1. Pertama, siapkan air di baskom besar atau wadah penyimpanan. Pada saat yang sama, larutkan aktivator sesuai dengan dosis yang dibutuhkan.
  2. Aduk sampai aktivator benar-benar tercampur dengan air.
  3. Ambil cetakan bambu dan pasang cetakan sesuai ukuran seperti di atas.
  4. Ukurannya bervariasi tergantung banyaknya bahan pembantu seperti jerami padi.
  5. Jerami dan bahan lainnya dipotong terlebih dahulu dengan parang untuk memudahkan proses pengomposan. Isi cetakan
  6. dengan selapis jerami (Anda juga bisa menambahkan pupuk agar pemupukan lebih efektif). Tuangkan lapisan pertama
  7. aktivator yang telah diencerkan ke dalam sedotan. Basahi dengan baik.
  8. Hancurkan jerami padi untuk menambah kepadatan. Ulangi proses ini dengan lapisan jerami padi
    lainnya dan bilas lagi dengan aktivator.
  9. Lakukan ini sesekali sampai bahan habis atau cetakan penuh.
  10. Jika cetakan sudah penuh, buka cetakan dan tutupi tempat sampah kompos dengan plastik atau terpal
  11. Ikat penutup plastik agar tidak mudah terbuka dan mintalah binatang kecil menyapa
  12. Tambahkan batu ke masing-masing jika perlu Letakkan sisi atau tutup plastik atas
  13.  Proses pengomposan dianggap berhasil jika suhu meningkat, volume/tinggi menurun dan warna jerami padi menurun.
  14. Amati perubahan fisik dan kimiawi jerami padi selama proses fermentasi.

Kompos yang telah matang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1.Warna jerami coklat tua
2.Tekstur lunak
3.Suhu pengomposan kembali ke suhu awal pengomposan
4.Penyusutan
5.Tidak ada lagi