Cara Memelihara Ikan Mujair

Budidaya ikan mujair merupakan salah satu peluang bisnis yang cukup menggiurkan. Selain cara memelihara ikan mujair yang mudah, ikan ini kaya akan manfaat yang bagus untuk kesehatan.

Cara Memelihara Ikan Mujair

Ikan mujair merupakan salah satu ikan yang banyak tersedia baik untuk perdagangan maupun konsumsi. Jenis ikan ini mudah dibudidayakan karena tidak membutuhkan banyak tenaga dan perawatan khusus.

Mujair menjadi salah satu jenis ikan air tawar yang kerap dikonsumsi. Meskipun masih menjadi misteri bagaimana ikan mujair sampai ke muara terpencil di selatan Blitar, ikan itu akhirnya diberi nama ‘Mujair’ untuk mengenang penemunya.

Siklus hidup ikan mujair cukup singkat sehingga mempercepat proses panan. Ikan ini dapat dibudidayakan di kolam terpal atau di kolam dinding, sesuai kebutuhan.

Ikan mujair dikenal sebagai salah satu ikan dengan kelengkapan nutrisi dan gizi yang terkandung di dalamnya. Beberapa manfaat ikan mujair ini antara lain, membangun dan meperkuat masa otot, menjaga kadar kolesterol, membantu mengontrol gula darah, memperkuat sistem imun, dan masih banyak lagi.

Cara memelihara ikan mujair tidak terlalu sulit, yang terpenting adalah ketekunan dan niat yang kuat. Kamu juga mungkin akan memerlukan mesin bekatul dalam tahapan pemberian pakan. Nah, mesin ini bisa kamu dapatkan dengan mudah di rumah mesin, lho.

Lalu, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membudidayakan ikan mujair ini? Yuk, simak cara memelihara ikan mujair di bawah ini.

Budidaya Ikan Mujair

1. Pemilihan Bibit

Cara memelihara ikan mujairyang pertama adalah dengan memilih bibit. Kecermatan diperlukan pada tahap ini untuk mendapatkan benih yang berkualitas.

Induk yang akan dijadikan benih harus dalam keadaan sehat, baik, tanggap, dan memiliki bobot yang sama rata. Jenis induk ikan mujair adalah jantan dan betina. Keduanya dapat dibedakan berdasarkan sifat fisiknya.

Pada spesies betina, ujung sirip berwarna merah pucat dan perut lebih putih serta memiliki tiga lubang di bagian unrogenetial, yaitu anus, lubang urin dan lubang untuk bertelur.

Jenis ikan mujair jantan memiliki ciri fisik dengan ujung sirip berwarna merah cerah, perut lebih gelap, dan memiliki dua lubang unrogenetial, yaitu lubang urin dan lubang sperma.

2. Melakukan Pemijahan

Langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah pemijahan. Hal ini dilakukan untuk menghasilkan bibit yang akan ditebar.

Proses pemijahan harus dilakukan di dua kolam yang berbeda, masing-masing berukuran 3 × 4 meter dan  kedalaman 60cm. Pemijahan dapat dilakukan dengan menambahkan lumpur halus ke dasar kolam kemudian memasukkan ikan mujair jantan dan betina.

Selama proses pembuahan, ikan mujair betina menyimpan telurnya di dalam mulutnya, yang melalui masa inkubasi sekitar 3 hingga 5 hari. Selanjutnya telur menetas dan setelah dua minggu larva ikan dilepaskan dari induknya sehingga dapat tumbuh sendiri.

3. Menyiapkan Kolam 

Kolam yang disiapkan biasanya berukuran 500 meter persegi. Ukuran bisa berubah sesuai kebutuhan. Gunakan terpal yang cukup tebal agar lebih awet dengan menggunakan kayu sebagai penyangga di setiap sudutnya agar tidak mudah roboh.

Saat kolam sudah siap, pertama biarkan kolam mengering selama 2 hingga 3 minggu, lalu lakukan pengapuran selama sekitar 4 minggu. Setelah mengikuti langkah-langkah ini, isi dengan air secukupnya. Tunggu hingga seminggu lalu tebar benih ikan mujair.

4. Penebaran Bibit

Menebar bibit di kolam merupakan langkah selanjutnya yang perlu dilakukan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses penebaran, antara lain kerapatan bibit ikan mujair di kolam yang harus antara 400 hingga 500 ekor.

Selama proses penebaran ini sebagian besar ikan mati beberapa hari kemudian. Jangan khawatir, ini normal.

Biasanya 3 sampai 4 ekor mati dalam beberapa hari setelah benih ditebar. Namun jika dalam sehari lebih dari 4 ekor mati, maka harus dicarikan solusi yang tepat dan cepat untuk mengatasi masalah tersebut.

5. Pemberian Pakan

Cara lain yang sangat penting untuk memelihara ikan mujair adalah melalui pemberian pakan. Langkah yang satu ini harus diperhatikan dengan sebaik-baiknya serta dilakukan secara efektif dan rutin.

Pakan yang digunakan biasanya adalah pelet, dan diberikan sebanyak tiga kali sehari. Untuk 400 ikan, 1 kg pelet dapat diberikan per hari, tetapi berlaku kelipatan.

Bila ukurannya sudah besar, maka harus diberi pakan tambahan seperti eceng gondok, bekatul, lumut, daun berbagai kangkung, kol, wortel atau dengan memberikan serangga kecil atau cacing. Ikan mujair termasuk jenis ikan yang mudah makan segala jenis makanan.

Untuk pakan bekatul kamu dapat membuat sendiri menggunakan mesin giling sekam menjadi bekatul untuk pakan ternak.

6. Memerhatikan Air Kolam

Selanjutnya, perhatikan air kolam secara rutin. Pastikan air tetap dalam kondisi bersih dan bebas dari berbagai gangguan yang merugikan ikan. Pembersihan dilakukan setiap tiga hari sekali dan selalu memperhatikan nilai pH air antara 6 hingga 7,5 pada suhu 25-30 derajat Celcius.

Air kolam renang sebaiknya diganti secara berkala, yaitu setiap 2 minggu sekali, agar lantai kolam tidak dipenuhi sisa makanan. Meskipun ikan nila dapat bertahan hidup di kolam dengan kondisi air yang buruk, namun tetap perlu menjaga kebersihan air untuk meminimalkan penyakit yang dapat membahayakan ikan mujair.

7. Pemeliharaan Ikan Mujair

Saat ikan mujair sudah besar, perlu dirawat dengan sebaik-baiknya. Ikan mujair dapat dipelihara dengan dua cara yaitu secara monokultur dan polikultur.

Proses monokultur dilakukan dengan memisahkan indukan betina dan jantan, sedangkan polikultur dilakukan dengan menggabungkan ikan mujair dengan ikan lain seperti ikan tawes dan masa, namun dengan proporsi yang disesuaikan, yakni 50%:30%:20%.

Memelihara ikan mujair akan efektif melindungi ikan dari berbagai hama yang dapat mempengaruhi kualitas ikan dan menghambat pertumbuhan. Hama yang muncul bisa berasal dari lingkungan yang kurang steril, burung vektor, dan bibit ikan yang kurang baik.

8. Proses Panen dan Pascapanen Ikan Mujair

Cara Memelihara Ikan Mujair

Ikan mujair biasanya bisa dipanen saat berumur 4 sampai 5 bulan. Proses panan dilakukan dengan cara mengeringkan kolam terlebih dahulu, kemudian membuat jaring atau bisa langsung menangkapnya.

Hasil panen harus disimpan di tempat yang bersih dengan menjaga oksigen yang masuk agar ikan tetap hidup dalam keadaan sehat.

Selain itu, pascapanen harus dikelola sebaik mungkin dengan membersihkan lumpur yang memenuhi dasar kolam. Jika ingin membudidayakan kembali, pilih induk hewan yang berkualitas untuk pemijahan selanjutnya.

Demikian ulasan tentang cara memelihara ikan mujair. Cara ini tentunya sangat mudah untuk dilakukan. Setiap tahapan  membutuhkan kesabaran untuk mencapai hasil yang maksimal. Selain budidaya ikan mujair, kamu juga dapat mencoba cara menanam cengkeh yang benar. Selamat mencoba dan semoga berhasil.